oleh

AR Genjot Anak Tirinya 3 Kali Seminggu, Hingga Alat Kontrasepsi Tinggal di Rahim

Sangatta – Meskipun sudah memiliki istri, namun Ar (48), warga asal Kecamatan Sandaran ini, rupanya belum puas. Karena itu, iapun berhasil menggenjot anak tirinya sebut saja mawar (15) dan perbuatan itu dilakukan dibawa ancaman senjata tajam sejak tahun 2020 lalu dan berakhir di tanggal 16 september 2021 lalu.

Meski kerap mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari ayah tirinya, mawar masih kerap terus mencari cara untuk keluar dari masalahnya yang dihadapinya.  Alhasil dia berhasil melarikan diri ke tetangganya, yang berjarak ratusan meter dari rumahnya, agar bisa bertemu dengan ayah kandungnya yang saat itu baru datang dari sulawesi ke kecamatan sangkulirang.

Berkat bantuan tetangganya itu,  akhirnya mawar berhasil lari ke Sangkulirang dan menemui ayah kandungnya dan korban pun menceritakan seluruh apa yang menjadi beban hidupnya selama setahun ini.

“Jadi  kasus ini terungkap setelah ayah kandung korban melaporkan  kasus ini di Polsek Sangkulirang. Dengan laporan itu  tersangka Ar  ditangkap,” jelas Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko disampingi Kasat Reskrim  AKP Abdul Rauf  serta Kanit PPA Ipda Loewensky Karisoh, Senin (27/9) di ruang kerjanya.

Dijelaskan, dari keterangan korban,  perbuatan  tersangka Ar dilakukan berawal tahun 2020. Dimana, siang itu  korban berada dalam  kamar,  tidur  posisi miring sambil main HP. Kemudian tersangka masuk dalam kamar,  langsung meletakkan pisau di leher korban. Akhirnya, korban tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam posisi itu,  Ar  kemudian  melakukan aksinya menyetubuhi korban.

Perbuatan itu terus dilakukan  setiap minggu sekitar 3 kali. Perbuatan itu sulit terungkap, karena pada siang,  ibu korban sibuk jualan hingga larut malam di lokasi  perusahan, sehingga korban pada siang sering jadi korban pelampiasan napsu bejat tersangka secara rutin.

Korban ini juga selalu dibatasi, tidak bisa kemana-mana, bahkan  HP nya disita, agar tidak komunikasi dengan siapa-siapa agar tidak lari, karena akal Ar, yang ingin terus menjadikannya sebagai budak seksnya.

“Menyedihkannya,  akibat perbuatan tersangka,  korban sakit-sakitan. Setelah diperiksa di RS Sangkulirang, ternyata dalam rahim korban ini ada alat kontrasepsi berupa kondom. Itu dipastikan setelah  korban dikurek, dan alat kontrasepsi ini ditemukan,” jelas Kanit.

Sementara itu, Ar,  pria  yang terbilang sudah tua kerempeng itu, mengakui jika perbuatannya itu dilakukan  karena khilaf. Pasalnya saat itu Istrinya sedang hamil tujuh  bulan.  “Saya awalnya pegang-pegang, ternyata diam saja. Saya buka celananya, juga diam.  Makanya saya ‘pakai’. Tapi  akibat perbuatan saya, meskipun dikebiri, saya siap,” kata lelaki yang mengaku sebagai petani.

Meskipun korban mengaku  digarap tersangka  tiga kali dalam seminggu selama setahun, namun Ar  mengaku hanya sekitar 13 kali ‘memakai’  anaknya. “Seingat saja hanya pakai 13 kali. Saya lakukan itu  selalu siang hari, karena tida ada orang di rumah,” katanya.

Atas perbuatanya, Ar kini terancam  pidana 18 tahun. Dimana perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2) , (3) UU RI No 17 Tahun 2016 ,  tentang penetapan  Perpu  No 01 Tahun 2016  tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002  tentang  perlindungan anak  jo pasal 64 KUHP. (*/KE)

Berita Terbaru