oleh

Limbah Medis Bekas Covid-19 Dibuang Sembarangan, Dinkes Kutim Langsung Terjunkan Tim

Sangatta- Limbah medis yang di duga bekas penanganan Covid-19, dibuang secara sengaja oleh orang tak dikenal di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pinggiran Jalan Apt Pranoto, Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur.

Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara Muhamad Muhafi mengatakan awal mulanya limbah medis itu ditemukan oleh salah satu petugas kebersihan yang saat itu sedang betugas menyisir sampah di seputaran jalan APT Pronoto, sekira pukul 00 . 16 Wita, Kamis, (29/7/2021), atau tepatnya di hadapan perumahan Kuda Kaltim.
“jadi yang ditemukan itu alat suntik, alat uji swab, rapid test dan bekas obat-obatan, kayaknya hampir ratusan itu kalau dilihat dari tumpukannya,” Ucap Muhamad Muhafi saat ditemui sejumlah awak media di UPT kebersihan Sangatta Utara, Kamis, (29/7/2021).
Dijelaskanya, saat ditemukan oleh petugas kebersihan, posisi limbah medis itu sudah dalam keadaan berhamburan di tempat pembuangan sampah, yang kemudian di kumpulkan oleh petugas kebersihan dengan menggunakan alat dan selanjutnya diamankan ke Kantor UPT Kebersihan.
“Saat malam itu, memang para petugas kebersihan saya arahkan ke seputaran APT Pranoto untuk menyisir sampah. Saat mereka menemukan ada limbah medis itu, mereka langsung melaporkan ke saya. Bolehkah ini langsung kami angkut. Saya arahkan kalau bisa di kumpul sebagai barang bukti kita,” jelasnya
Untuk itu, pihaknya berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pasalnya limbah medis tersebut sangat berbahaya bagi para petugas kebersihan, terlebih limbah medis itu juga merupakan bekas penaganan covid-19.
“Setelah penemuan limbah menis ini, kami akan segera kordinasikan ke Dinas Kesehatan Kutim,” Ujarnya
Sementara itu, menanggapi adanya penemuan limbah medis Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hazanal mengatakan pihaknya akan langsung menindaklanjuti dengan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan keseluruh klinik kesehatan maupun dokter praktek yang ada di Kota Sangatta, terutama yang telah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Kutim.
“Hari ini mungkin, kalau tim bisa langsung bergerak untuk menanyakan kesetiap klinik kesehatan itu, kemana sampah medis mereka buang, kalau ketahuan nanti kita tutup aja langsung,” tegasnya
Pasalnya menurut dr Bahrani membuang limbah medis itu ada aturannya dan mengolahnya harus seperti yang telah di syaratkan sebelum di berikan izin oleh Dinkes Kutim. “jangan membuang di tempat sampah, kan membuang sampah medis itu ada aturannya, seperti harus ada Incinerator. itu biasanya harus bekerja sama, atau ke Puskesmas bisa. Jadi di kumpuli nanti ada pihak ketiga yang ambil dan dibakar di Bontang,”Tuturnya (*/KE)

Berita Terbaru