oleh

Alasan Pandemi, PT Kobexindo Semen Tak Penuhi Panggilan DPRD Kutim

Sangatta – Untuk menindaklanjuti terkait adanya lowongan kerja di PT. Kobexindo Cement yang mengisyaratkan harus bisa bahasa mandarin pada posisi operator. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, pada Rabu, (9/6/2021) kembali mengelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur.

Namun dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Hearing DPRD Kutim yang dipimpin Langsung oleh Wakil Ketua II Arfan, tak satupun perwakilan dari PT Kobexindo Cement yang hadir untuk memberikan klarifikasi, pada hal sebelumnya DPRD juga sudah melayangkan surat Undangan.

Anggota DPRD Kutim asal Partai Geridra Novel Tyty Paembonan mengatakan harusnya pihak PT Kkobexindo semen bisa menghargai undangan DPRD Kutim, terlebih dalam rapat hearing tersebut juga sudah di hadiri beberapa anggota DPRD Kutim serta pihak Disnaker Kutim.

“Saya pikir kalau alasan covid-19 dan alasan harus menunggu bos. Seolah mengada-ada pasalnya dalam pertemuan ini, DPRD Kutim hanya ingin meminta penjelasan ke pihak perusahaan terkait posisi penerimaan tenaga kerja operator yang harus bisa berbahasa mandarin,” Ucapnya

Terlebih semua perusahaan yang masuk diterima dengan baik-baik, bahkan biberi karpet merah oleh Pemerintah. Karena pemerintah juga berharap bisa mendapatkan manfaatnya terutama ditengah pandemi saat ini.

“kalau begini caranya keuntungan apa yang kita dapat, persamaan hak dan kewajiban, mereka yang mendatangi negara kita, menggelikan, memalukan ini. Ini akal-akalan untuk menyingkirkan tenaga kerja lokal dan mendatangkan TKA,” gusarnya.

Sementara itu, Wakil ketua II Arfan mengungkapkan asalan PT Kobexindo Cement tidak hadir dalam acara hearing yang dilaksanakan oleh DPRD Kutim, karena mereka menginginkan akan mendatangkan top manajemen  yang bisa mengambil keputusan. Serta dengan alasan covid-19.

“Menanggapi undangan yang telah kami terima dari DPRD Kutim nomor 65/pers-DPRD/R.AKD/Vl/2021. Kami sampaikan permohonan maaf karena belum dapat berpartisipasi dalam rapat yang telah ditentukan tersebut dikarenakan pandemi virus Covid-19 guna mempertimbangkan keselamatan karyawan. Kami berharap minggu depan untuk diatur pertemuan selanjutnya”. Baca arfan

Untuk itu, pihak kobexindo meminta DPRD Kutim untuk menjadwalkan kembali pertemuan ini, yang dijadwalkan pada minggu depan yang menghadirkan beberapa pihak terkait.

Berita Terbaru