oleh

Disnaker Kutim Mengaku Masih Berupaya Mengklarifikasi Syarat Bahasa Mandarin Bekerja di Pabrik Semen

SANGATTA- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana dalam waktu dekat ini akan segera berkordinasi dengan PT Kobexindo, terkait adanya beberapa lowongan pekerjaan di perusahaan itu yang mengisyaratkan penguasaan bahasa mandarin, yang viral di media sosial. Untuk mendukung rencana pembangunan pabrik semen di Desa Sekerat dan Desa Selangkau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“Makanya dalam waktu dekat kami akan segera menghubungi pihak perusahaan untuk mempertanyakan terkait adanya persyaratan yang harus menggunakan bahasa mandarin, sesuai isi surat yang ditujukan ke Disnaker Kutim,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Disnakertrans Kutim Sudirman Latif saat ditemui di Kantornya, Senin (7/6/2021)

Kepada media ini, dirinya pun mengakui jika beberapa waktu yang lalu, pihaknya memang ada menerima  surat dari PT Kobexindo yang didalam isi surat tersebut sedang membutuhkan tenaga kerja kurang lebih sebanyak 20 posisi, dan ada beberapa lowongan di perusahaan itu yang mensyaratkan penguasaan bahasa Mandarin, seperti Operator mixer (3 posisi/menguasai bahasa Mandarin), serta Operator mesin agregat (3 posisi/menguasai bahasa Mandarin).

“Dan di internal kami juga masih berupaya mengklarifikasi terkait hal itu, dan meminta untuk meninjau kembali kebijakan itu,”inginnya

Untuk itu, pihaknya berharap agar bahasa mandarin bukanlah salah satu persyaratan utama yang harus di penuhi oleh setiap calon karyawan yang ingin bekerja di perusahaan itu . Terlebih orang yang bisa berbahasa mandarin khususnya dikalangan operator sangat terbatas.

“Terkecuali pekerjaan itu memang spesifik tidak ada tenaga kerja kita yang menguasai di perkerjaan itu. Mungkin itu yang bisa membutuhkan kemampuan TKA. Namun sepanjang itu masih bisa dikerjakan oleh tenaga kerja kita, saya pikir bahasa asing perlu menyesuaikan nanti dilapangan,”

Karena itu, pihaknya sangat berharap nantinya pihak perusahaan bisa melunak dengan kebijakan itu. “Makanya segera akan kami klarifikasi dan meminta penjelasan ke pihak perusahaan,” imbuhnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Asisten Vice GM PT Kobexindo Cement, William saat dihubungi menjelaskan, yang dimaksud bisa berbahasa Mandarin dalam brosur lamaran yakni posisi penerjemah.

“Perlu bapak ketahui kita adalah Pemilik Modal Asing (PMA), dan dibutuhkan komunikasi yang lancar dalam bekerja  sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang fatal,” tulisnya.

Menurut William, PT Kobexindo lebih mendorong pengembangan tenaga kerja lokal, namun pekerja kita rata-rata tidak bisa berbahasa Mandarin.

“Di sini dapat kita simpulkan bahasa Mandarin bukan syarat utama untuk bekerja di perusahaan kita, karyawan yang bisa berbahasa Mandarin sebagai posisi alih bahasa lebih untuk mendorong komunikasi yg harmonis dan lancar,” tutupnya.

Berita Terbaru