
Bupati Kutim di OTT KPK, Sejumlah OPD Tampak Sepi
SANGATTA. Penangkapan Bupati Kutai Timur Ismunandar dan beberapa orang pejabat, membuat suasana kantor-kantor pemerintah, sepi. Termasuk di kantor Bupati, mungkin pegawai tidak sebagian yang masuk kerja. Apalagi, akses untuk menuju lantai dua, termasuk lantai III, memang disegel KPK, sehingga hanya pegawai yang berada di lantai I yang kebetulan datang ke kantor, yang kerja seperti biasa. Kebetulan, ruang kerja Bupati yang disegel, berada di lantai II, termasuk Ruang Kerja Sekertaris Kabupaten, yang juga ikut disegel.
Terkait dengan masalah penangkapan Bupati Kutim Ismunandar dan beberapa pejabat lainnya, Kabag Humas dan Protokol Imam Sujono Lutfi, saat dikonfirmasih, mengatakan tidak tahu masalah. “Saya tidak tau masalah bang. Kebetuan, memang saya tidak ikut Bupati ke Samarinda. Jadi, saya tidak tau masalahnya apa, siapa-siapa yang diamankan pun tidak tau,” jawab Imam, saat dihubungi, terkit dengan penyegelan yang dilakukan KPK.
Sementara itu, Sekertaris Kabupaten Irawansyah, yang memang ada di Sangatta, cukup irit bicara, terkait dengan masalah OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati. Irawansyah hanya mengakui, jika dirinya tidak masuk ruang kerjanya, karena memang ruangnya juga ikut disegel. “Saya kerja di rumah saja, karena ruangan saya disegel,” kata Irawansyah, usai salat Jumat, pada wartawan.
Meskipun KPK telah mengakui sepuluh orang lebih yang ikut diamankan, namun belum banyak yang terungkap secara jelas, siap yang diamankan. Sebab ada juga issu yang beredar, yang setelah dicek, sepertinya tidak benar. Termasuk, terkait dengan Bappeda. Dimana, di Kantor Babpeda, tidak ada ruangan yang disegel. Kemudian, Kepala Bappeda, juga diakui Satpol yang memang tugas di sana, ada di rumahnya. “Tidak benar Kepala Bappeda ditangkap. Ini ruangannya tidak disegel,” kata Satpol itu, sambil menunjukkan ruangan Kepala Bappeda.
Sementara itu, selain dua ruangan di segel di DPU, ada pula kabar yang menyatakan, jika ada empat personil PU, yang diamankan KPK. Empat orang itu, dua pejabat teras, dan dua staf, yang mengetahui atau sering berurusan masalah proyek.
Di Badan Pendapatan Daerah, yang dikabarkan bosnya ikut diciduk, tampak sunyi, tanpa ada kegiatan. Bahkan, pintu semua tertutup. Sedangkan di sebrang jalan, dimana ada kantor BPKAD, meskipun ada pegawai, dua ruangan disegel KPK. Ruang pertama adalah ruang Kaban, serta Ruang Kabid Perbendaharaan. “Kegiatan biasa saja mas. Cuma dua ruangan kami disegel. “Tapi kami tidak tau, apakah memang Kaban, ikut ditangkap atau tidak,” kata Satpol, yang jaga.





