
Pengamanan Pilkada Kutim di Proyeksikan Habiskan Anggaran Rp 6 M
Sangatta…Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) Kutim, yang berlangsung pada september 2020 mendatang. Nampaknya akan melibatkan sejumlah pihak dalam hal pengamanan pemilu, salah satunya Polres Kutim. Dipastikan, ratusan personil, baik dari Polres Kutim sendiri, maupun BKO dari Polda, akan terlibat dalam pengamanan tersebut.
Karena akan melibatkan perosonil dalam jumlah banyak, serta dalam jangka waktu lama, sehingga dipastikan akan memakan anggaran yang cukup besar, terutama untuk biaya makan personil. Karena itu, Polres Kutim mengajukan anggaran pengamanan Pilkada Kutim 2020 di APBD Kutim 2020, senilai Rp6 miliar. Demikian diakui Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo pada wartawan, beberapa hari lalu di ruang kerjanya.
“Untuk pengamanan Pilkada, kami ajukan anggaran Rp6 miliar. Tapi, hingga kini belum tau apakah disetujui semua atau tidak,” kata Kapolres, didampingi Kabag Operasional Kompol Mohammad Rezky.
Ditegaskan, usulan itu hanya untuk kegiatan pengamanan saja, tidak ada pengadaan kendaraan atau keperluan lainnya.
Diakui, dana itu nantinya untuk pembiayaan kebutuhan personel di lapangan saat bertugas. Mulai dari pengamanan pasangan calon, yang minimal dua personel per calon melakukan pengamanan secara bergantian. Untuk pengamanan pasangan calon ini, diusulkan untuk pengamanan lima pasangan calon. Karena kalau dua, ternyata ada lima paslon, anggarannya kurang, karena itu dibuat target lima pasang calon.
Selain itu, juga ada pengamanan logistik, mulai dari tempat pembuatan, pengiriman ke Sangatta hingga nanti didistribusikan ke TPS di berbagai kecamatan. Termasuk pengamanan jajaran Intelkam yang tidak terdeteksi, baik di masa kampanye, masa tenang, hingga masa pergeseran logistik.
Juga ada tim pengamanan TPS untuk masa pencoblosan, penghitungan suara hingga surat suara kembali ke KPU untuk diplenokan. Belum lagi, jika diperlukan bantuan pengamanan dari Polda, tentu semua itu butuh logistik lapangan.
“Semua proses ini perlu pengamanan, untuk memastikan semua berjalan dengan aman. Karena panjangnya proses pengamanan sehingga anggaran pengamanan cukup besar,” katanya.






