Ismunandar Tak Ingin Tinggalkan Utang Bagi Bupati Baru Pada 2021 Mendatang

SANGATTA. Masih banyaknya proyek tahun jamak yang belum tuntas, menjadi sorotan banyak pihak. Masalahnya, bukan hanya pada progres pekerjaanya, namun juga progres pembiayaanya.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Kutim Ismunandar mengatakan,  soal progres pekerjaan, pihaknya telah meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan evaluasi bagi kontraktor yang lambat pekerjaanya. Evaluasi, terkait bagaimana caranya, agar bisa rampung, apakah dengan menggandeng kontraktor lain sebagai mitra untuk percepatan pekerjaan, atau gimana, silakan. Atau, kalau memang tidak mampu, silakan diganti saja.

“Karena, kalau dikaitkan dengan pembiayaan,  pemerintah, sudah jelas berjanji akan membayarnya hingga tuntas, sesuai dengan progres pekerjaan. Kalau pekerjaannya selesai, kita bayar sesuai kontrak. Kalau tidak,  kita bayar sesuai dengan progres saja,” katanya.

Dicontohkan, dengan pembangunan Gedung bela diri, IPA PDAM, yang memang telah tuntas, pemerintah memastikan akan membayar proyek ini hingga tuntas sesuai dengan kontrak. Karena, pemerintah juga tidak ingin ingkar janji, meskipun, memang tidak sekaligus, tapi akan tetap dibayar.

“Intinya, untuk proyek yang sudah tuntas pekerjaanya, akan kami bayar, sesuai dengan kontrak, tapi tidak sekaligus, tapi menyesuaikan kemampuan keuangan kami. Tapi, pasti tuntas, sesuai dengan masa jabatan kami,” katanya.

Demikian juga dengan pekerjaan yang tidak tuntas, itu akan dibayar sesuai dengan progres. Kalau dari evaluasi, mislanya  hanya lima puluh persen, dibayar lima puluh persen.

“Jadi kami tidak ingin tinggalkan utang bagi Bupati pengganti kami nanti,” katanya.

Meskipun dikatakan, bahkwa karena proyek ini semua proyek strategis, yang akan dibutuhkan masyarakat, sehingga dia meyakini nantinya penggantinya akan meneruskannya. “Tapi, kalau ada pemerintah baru, maka semuanya akan dimulai dari nol. Tentu lelang ulang pekerjaan yang belum dikerjakan, belum tentu perusahan yang kini kerjakan sekarang, masih menang tender lagi, untuk melanjutkan pekerjaanya,” katanya.

Seperti diketahui, banyak pekerjaan tahun jamak, yang belum tuntas. Termasuk pekerjaan jalan di Kaliorang, Long Mesangat dan beberapa pekerjaan lainnya. Sementara, periode kepemimpinan bupati kutim yang ada sekarang, akan berakhir Februari 2021.