80 Persen Masyarakat Kutim Sudah Menikmati Listrik PLN, Kecuali Kecamatan Sandaran

Sangatta. Bupati Kutai Timur, Ismunandar memastikan jika saat ini persentase masyarakat Kutai Timur yang sudah menikmati fasilitas listrik dari Perusahaan Listrik Negara atau PLN, sudah mencapai 75 persen hingga 80 persen dari jumlah penduduk Kutim. Namun diakui Ismu, masih ada satu kecamatan lagi di Kutim yang hingga kini belum bisa menikmati fasilitas listrik dari PLN, yakni Kecamatan Sandaran yang hingga saat ini masih terus dicarikan upaya pemecahannya. Hal ini disampaikan langsung Bupati Ismu, saat menerima awak media di ruang kerjanya.

Dikatakan, saat ini hampir 80 persen wilayah di Kutim sudah terjangkau fasilitas listrik dari PLN, terutama kawasan yang memang tersambung akses darat. Mulai dari wilayah perkotaan yang ada di Kecamatan Sangatta Utara hingga hampir semua desa-desa yang ada di kecamatan perbatasan. Bahkan terakhir, Desa Long Tesak yang ada di Kecamatan Muara Ancalong juga sudah teraliri listrik. Jaringan kabel PLN juga sudah masuk ke Desa Long Bentuk di Kecamatan Busang dan tinggal penyelesaian fasilitas penunjangnya agar listrik bisa segera dialirkan.

Lanjut Ismu, selain Kecamatan Kaliorang, beberapa Desa di Kecamatan Kaubun dan Karangan kini juga sudah teraliri listrik PLN. Diharapkan pada tahun ini hingga tahun depan seluruh wilayah yang terhubung akses darat di Kutim bisa teraliri listrik PLN. Selanjutnya, kini tinggal bagaimana memikirkan solusi terbaik untuk penyediaan listrik khusus di Kecamatan Sandaran, yang secara geografis merupakan pulau tersendiri yang terpisah lautan yang cukup jauh dari Kecamatan Sangkulirang atau kecamatan lainnya di Kutim.

Diakui Ismu, jika PLN sendiri mengaku tidak mampu membangun jaringan listrik di Kecamatan Sandaran karena pembiayaan yang dikeluarkan terlalu besar. Karenanya, salah satu upaya yang saat ini tengah ditempuh Pemkab Kutim untuk mengatasi permasalahan penyediaan listrik di Kecamatan Sandaran adalah dengan mencarikan sumber-sumber energi terbarukan dan murah. Seperti pembangkit listrik mikro hidro yang memanfaatkan tenaga turbin dari air terjum atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS secara komunal yang kini sudah diaplikasikan di Desa Pulau Miang Kecamatan Sangkulirang yang juga merupakan sebuah pulau lepas pantai.

Lebih jauh Ismu berharap penyediaan fasilitas dan layanan listrik ini bisa sepenuhnya terselesaikan pada tahun depan, sebelum berakhir periode kepemimpinannya. Tidak hanya berkoordinasi dengan pihak Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, pihaknya juga tengah mencari produk-produk listrik lokal atau dalam negeri, yang bisa mendukung program penyediaan listrik yang kini dilakukan Pemkab Kutim.

Posting Terkait

Berita Terbaru

Berita Terbaru