oleh

ASN Dipecat Bisa Kerja Kembali Asal Menang PTUN

SANGATTA. Bupati Kutai Timur Ismunandar mengaku dengan terpaksa melakukan pemecatan terhadap 13 orang PNS, awal tahun ini. Sebab, kalau itu tidak dilakukan, dia sendiri telah ditegus KPK. Karena itu, dia memecat orang-orang yang memang sudah ada dalam daftar yang disodorkan dari BAKN, untuk di pecat.

“Jadi pemecatan itu saya lakukan karena saya sudah ditegur KPK,” katanya.

Dikatakan, dia sempat mempertanyakan alasan pemecatan bagi 13 orang tersebut. Sebab, pada dasarnya mereka memang terbukti secara hukum melakuka korupsi, tapi akibat dari perbuatanya itu kan mereka telah dipenjara. Jadi perbuatannya, telah dibayar lunas dengan hukumannya.   Karena itu kami pertanyakan alasan pemecanatanya, karena itu bukan putusan hukum, tapi hanya berdasarkan SK bersama menteri.

“Karena itu, saya katakan, biarkan mereka mencari keadilan, melalui pengadilan tata usaha negara (PTUN). Kalau memang mereka menang, maka mereka ini bisa kerja kembali. Karena itu artinya, mereka memang sesuuai dengan hukum,” katanya.

“Jadi saya katakan, jangankan memecat PNS, memecat TK2D saya mikir, karena ini menyangkut nasib mereka. Apalagi PNS, ada yang sudah puluhan tahun mengabdi, kemudian dipecat, padahal mereka sudah dihukum, tapi dari pada saya yang ditegur lagi, saya tandatangan daftar yang di sodorkan ke kami,” katanya.

Karena itu, dirinya tidak akan mencari-cari siapa lagi yang pernah melakukan korupsi yang belum dipecat, agar dipecat,  tapi dirinya hanya menunggu daftar dari BKN, siap yang akan dipecat karena korupsi. “jadi Kalau ada yang belum, itu urusan BKN. Sebab memang pemecatan pegawai, khususnya karena korupsi, dulu ada kriterianya, misalnya hukuman empat tahun lebih, tapi sekarang, bisar sehari, di pecat juga. Jadi mungkin saja yang belum dipecat itu, kriterianya tidak memenuhi, atau karena datanya belum masuk BAKN,” katanya.

Sekedar diketahui, tanggapan bupati ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan keluhan mantan PNS, yang telah dipecat karena korupsi. Dimana mantan PNS itu mengatakan, masih ada yang belum ikut dipecat, meskipun juga pernah terlibat korupsi.

Berita Terbaru