Tidak Perduli Kasus Stunting, DD Tahap II Kutim Terancam Tidak Disalurkan Pusat

 Sangatta. Pemerintah pusat benar-benar menaruh perhatian lebih terhadap masalah kesehatan masyarakat terutama pemenuhan gizi masyarakat. Pasalnya, jika masyarakat sudah kekurangan gizi sejak kecil maka terancam mengalami stunting atau kerdil. Kondisi stunting yang kini menjadi permasalahan nasional ternyata juga terjadi di Kutai Timur. Bahkan, akibat belum tertanganinya masalah stunting di Kutim, menyebabkan pemerintah pusat mengancam tidak mencairkan Dana Desa atau DD tahap kedua untuk Kutim tahun ini.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang membenarkan adanya laporan terkait kemungkinan tertundanya pencairan DD tahap kedua di tahun ini akibat permasalahan stunting atau orang kerdil di Kutim. Namun diakuinya, saat ini Dinas Kesehatan Kutim sudah melakukan pemeriksaan lapangan terkait pendataan angka stunting atau orang kerdil yang ada di Kutim.

Lanjut Kasmidi, permasalahan stunting memang menjadi permasalahan nasional. Sehingga layak saja bagi pemerintah pusat mengancam bagi pemerintah daerah yang tidak mau perduli terhadap kasus stunting ini. Sementara pemerintah Kutim siap melakukan pengawalan terhadap program-program peningkatan gizi dan kesehatan yang dilakukan pusat melalui alokasi Dana Desa.

Sedangkan pemerintah Kutim sendiri juga terus menjalankan program peningkatan mutu kesehatan masyarakat melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kutim, termasuk melalui alokasi Anggaran Dana Desa atau ADD yang emmang diperuntukkan dalam program kesehatan masyarakat.