PPI Terbengkalai, Baharuddin ; Bukti Pemerintah hanya Bisa Bangun  Tapi Tidak Bisa Rawat

Parlementaria40 Dilihat

SANGATTA. Meski telah dibangun dengan menghabiskan uang negera hingga miliaran rupiah, terbengkalainya beberapa fasilitas di PPI kenyamukan  yang  tidak fungsi jadi sorotan  anggota DPRD Kutim Baharuddin.  Menurutnya,  ini membuktikan  kalau pemerintah hanya bisa membangun, tapi tidak bisa rawat. “Mestinya, PPI ini dibangun, kemudian  disiapkan perawatnya,” katanya.

Namun, yang lebih parah, kalau  sudah dibangun, namun tidak selesai.   Karena itu, ke depan, Baharuddin berharap agar PPI  cepat dioperasikan,  agar  perawatan juga bisa berlangsung. Hanya saja, itu  butuh dana, yang seharusnya dianggarkan.

Pernyataan baharuddin ini dilontarkan, menyusul  terungkapnya banyak masalah terkait dengan PPI, yang terungkap dalam sosialisasi Perda retribusi PPI di Balai Pertemuan Umum sangatta Utara.

Dimana dalam kesempatan itu, nelayan mengakui  kesulitan  untuk menggunakan PPI, karena  disana, belum beroperasi cool storage, untuk memasok  es batu bagi nelayan.  Padahal, es batu ini, sangat dibutuhakn nelayan.

Terkait dengan masalah cool storage ini, pihak Dinas kelautan mengatakan masalahnya, karena saat  dibangun, belum ada listrik masuk. Ada genset, tapi tidak ada biaya operasional. Sekarang  sudah ada listrik , hanya saja, tidak ada dana operasional.

Nelayan sulit menggunakan PPI, karena SPBU, tidak ada.  Terkait dengan masalah ini, Dinas kelautan mengatakan  pernah ada SPBU, namun  dibongkar kontraktornya, karena mungkin ada masalah terkait dengan kontrak di kementerian kelautan dan perikanan. Selain itu, memang sudah tidak ada subsidi  untuk SPBU bagi nelayan.

Kesulitan lain,  nelayan sulit mendarat, karena  di muara, ada pendangkalan. Karena itu, perlu dikeruk, agar bisa masuk kapal setiap saat.