SANGATTA. Setelah disahkannya Perda No I tahun 2018 tentang Retribusi Pangkalan pendaratan Ikan (PPI) Kutim, yang diadopsi dari Perda PPI Selili Samarinda. Anggota DPRD Kutim Hasbullah Yusuf Berharap, pengelolaan PPI kenyamukan bisa sama dengan PPI samarinda, yang dikategorikan PPI terbaik kedua di Indomesia.
“Perda PPI ini kami adopsi dari Perda PPI Samarinda. Kalau PPI Selili samarinda jadi terbaik PPI Indonesia, maka kami berharap PPI Kenyamukan Sangatta, juga sama, kalau dikelola dengan cara yang sama,” katanya.
Meskipun PPI Kenyamukan belum operasi, namun Habullah berhatap, dengan adanya Perda ini, maka pengelolaan PPI bisa cepat dilakukan. Sebab dengan operasinya PPI, maka diharapkan ada percikan uang yang berputar di PPI, yang bisa masuk Pendapatan Asli daerah (PAD). Sebab di PPI, ada banyak pos anggaran yang memungkinkan PAD, berdasarkan Perda ini, yang bisa menyumbang PAD. Misalnya, batu es, timbangan, parkir roda dua dan empat biaya tambat dan berbagai pos lainya.
“kami berharap, dari berbagai pos ini, akan memberikan sumbanguan cukup berat bagi PAD,” harap Yusuf.
Namun harapan itu, mungkin tidak bisa terwujud, jika tidak didukung oleh dinas terkait terutama Badan pendapatan daerah (Bapenda) dan Dinas kelutan. Sebab hingga kini, PPI ini belum operasi.
“kami berharap, dengan adanya Perda ini, maka ada payung hukum bagi Dinas Kelautan untuk segera mengoperasikan PPI ini. Sebab diharapkan, nantinya jika PPI ini operasi, maka akan bisa memberikan sumbangan PAD yang siginifikan,” katanya.
Dan kepada Badan pendapatan daerah, yang tidak mau ikut dalam sosoaliasi Perda retribusi PPI ini, diharapkan akan belajar dari perda ini, agar bisa melakukan kerja aktif di PPI untuk melakukan pungutan demi menambah PAD, yang selama ini dianggap tidak maksimal.