Polres Kutim Intensifkan Police Goes to School, Ingatkan Pelajar Soal Bahaya Jejak Digital

SANGATTA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kutai Timur (Kutim) kembali mengintensifkan program pembinaan pelajar melalui kegiatan Police Goes to School. Kali ini, kepolisian menyambangi SMK Perawat Singa Geweh yang berlokasi di Jalan Mulawarman No. 64, Kecamatan Sangatta Selatan, pada Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolda Kaltim Nomor 22/Ops 4.5./2025, yang menginstruksikan pejabat kepolisian di wilayah masing-masing untuk bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) di sekolah serta mengaktifkan kembali peran Saka Bhayangkara.

Dalam upacara bendera yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut, Iptu Suyamto selaku Pelaksana Harian (Plh) KBO Reskrim hadir mewakili Kasat Reskrim Polres Kutim untuk memimpin jalannya upacara. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah SMK Perawat Singa Geweh, Sutiman, jajaran dewan guru, serta 172 siswa.

Mewakili Kasat Reskrim, Iptu Suyamto dalam amanatnya menekankan pentingnya peran pelajar sebagai agen perubahan yang taat hukum. Usai kegiatan, Iptu Suyamto menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah adalah upaya preventif dan persuasif.

“Kami hadir di tengah-tengah adik-adik pelajar untuk memastikan mereka memahami batasan hukum sejak dini. Polres Kutim hadir tulus melayani masyarakat, bukan untuk menakuti. Jika melihat tindak kejahatan, jangan takut melapor kepada guru atau orang tua, serta manfaatkan layanan polisi gratis di nomor 110,” ujar Iptu Suyamto.

Sementara itu, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan di hadapan peserta upacara, Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Rangga Asprilla Falza, memberikan penekanan keras terhadap tiga isu utama yang kerap menjerat remaja, narkoba, bullying (perundungan), dan etika bermedia sosial.

“Saya berpesan tegas, jauhi narkoba, miras, dan pergaulan bebas. Sekali terlibat, penyesalan akan datang belakangan karena masa depan dan kesehatan kalian yang jadi taruhannya. Selain itu, hentikan segala bentuk bullying, baik fisik maupun di dunia maya. Jejak digital tidak bisa dihapus, dan ketidakbijakan dalam bermedia sosial bisa berujung pada proses pidana,” tegas AKP Rangga dalam keterangannya.

Lebih lanjut, AKP Rangga juga memberikan pesan khusus bagi siswa SMK Perawat sebagai calon tenaga kesehatan. Ia mengingatkan bahwa profesi yang akan mereka emban menuntut standar moral yang tinggi.

“Khusus siswa keperawatan, kalian adalah calon pelayan kemanusiaan. Biasakan disiplin, empati, dan tanggung jawab mulai hari ini. Sikap kalian saat ini adalah cerminan kualitas tenaga kesehatan kita di masa depan,” tambahnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dapat terus terjalin demi menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan bebas dari kenakalan remaja. (*)