Sinergi TNI–Polri dan Perusahaan, Polsek Muara Wahau Intensifkan Patroli Karhutla

Kutim – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan jajaran Polsek Muara Wahau, Polres Kutai Timur (Kutim). Personel Polsek Muara Wahau bersama unsur TNI, pihak perusahaan, dan masyarakat melaksanakan patroli terpadu di wilayah hukum Kecamatan Muara Wahau, pada Senin (16/02/2026) pagi.

Kegiatan ini dipimpin Brigpol Shalih mewakili Kapolsek Muara Wahau, didampingi Serda Kamarullah mewakili Danramil Muara Wahau, serta melibatkan personel Polsek, tim CSR dan security dari PT DSN Group, perwakilan PT DIN, serta Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Wahau. Total sebanyak 14 personel gabungan diterjunkan dalam patroli tersebut.

Patroli difokuskan pada pencegahan dini karhutla, monitoring titik rawan kebakaran, serta mengantisipasi pembukaan lahan dengan cara dibakar. Sasaran kegiatan meliputi area Jabdan 2 dan KM 3 PT DSN Group, serta sejumlah lahan di wilayah Desa Muara Wahau.

Selain patroli mobile dan pemantauan langsung di lapangan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat, pekerja, dan pihak perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi titik api atau aktivitas pembakaran.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Polri, TNI, perusahaan, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat kebakaran telah terjadi.

“Langkah preventif melalui patroli terpadu seperti ini harus terus dilakukan secara konsisten. Kita tidak boleh lengah, karena karhutla dapat berdampak luas, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas perekonomian,” tegas AKBP Fauzan.

AKBP Fauzan juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama tidak membuka lahan dengan cara dibakar yang dapat berujung pada sanksi hukum.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah Kutai Timur agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Laporkan segera jika menemukan titik api, sehingga dapat segera ditangani,” pungkasnya. (*)