
Rawat Toleransi, Personel Polres Kutim Kompak Bersihkan Halaman Gereja Bethany Sangatta
Kutim – Biasanya anggota kepolisian identik dengan seragam dinas dan perlengkapan pengamanan. Namun pagi itu, pemandangan berbeda terlihat di Halaman Gereja Bethani Sangatta, Senin (16/02/2026). Mereka bukan memegang tameng atau perlengkapan taktis, melainkan sapu, alat kebersihan, dan perlengkapan kerja bakti,
Mereka tidak sedang bersiaga pengamanan, melainkan larut dalam kegiatan bhakti religi yang dikemas dalam semangat Program Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik dan Indah)
Rumput-rumput liar dibersihkan, dedaunan kering disapu, dan sudut-sudut halaman gereja dirapikan. Suasana terasa hangat, penuh kebersamaan. Beberapa jemaat dan pengurus gereja turut bergabung, menciptakan interaksi sederhana namun sarat makna.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polres Kutim terhadap Program Indonesia Asri yang digagas Presiden, yang mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta penguatan nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyampaikan bhakti religi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami hadir bukan hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kerukunan antarumat beragama,” ujar AKBP Fauzan.
Menurutnya, rumah ibadah merupakan simbol kedamaian dan persatuan. Menjaga kebersihannya berarti turut merawat harmoni sosial.
Di sela kegiatan, canda ringan antara personel dan jemaat mencairkan suasana. Tak ada sekat, tak ada jarak. Yang terlihat hanyalah kebersamaan dalam satu tujuan: menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan asri.
Program Indonesia Asri sendiri menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga lingkungan. Melalui langkah sederhana seperti kerja bakti di rumah ibadah, pesan besar tentang kepedulian dan persatuan disampaikan secara nyata.
Saat kegiatan usai, halaman gereja tampak lebih rapi dan bersih. Namun lebih dari itu, ada pesan yang tertinggal bahwa menjaga keasrian lingkungan dan merawat toleransi adalah tanggung jawab bersama.
Di bawah langit Sangatta yang cerah, bhakti religi pagi itu menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan kepedulian masih tumbuh subur di Bumi Tuah Bumi Untung Benua. (*)






