Bapenda dan IKAT Kutim Menangi Lomba Kirab Budaya

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi mengumumkan para pemenang Lomba Kirab Budaya dan penerima Anugerah Kebudayaan Kutim Tahun 2025. Pengumuman ini menjadi puncak Festival Magic Land Kutim ke-2 yang digelar di Lapangan Polder Ilham Maulana, Sangatta, Jumat (14/11/2025) malam.

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim ini dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

​Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai jati diri daerah. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya,” tegas Ardiansyah.

​Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kontribusi para pelaku budaya di Kutim.

​Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim berhasil meraih Juara I untuk Kategori PD/Kecamatan/Desa. Sementara itu, Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutai Timur memenangkan Juara I Kategori Paguyuban Seni Budaya dan Adat.

​Berikut adalah daftar pemenang utama Lomba Kirab Budaya Kutim 2025:

Kategori PD/Kecamatan/Desa:

  • Juara I: Badan Pendapatan Daerah (Nilai 1.032)
  • Juara II: Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Nilai 1.026)
  • Juara III: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (Nilai 999)

Kategori Paguyuban Seni Budaya dan Adat:

  • Juara I: Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutai Timur (Nilai 1.008)
  • Juara II: Reog Margo Kencono Sangatta (Nilai 1.006)
  • Juara III: Reog Singo Lawu Sangatta (Nilai 993)

Kategori Umum:

  • Juara I: Senam Bugar Happy Lansia (Nilai 1.000)
  • Juara II: SDN 010 Sangatta Utara (Nilai 936)
  • Juara III: Forum Pembauran Kebangsaan (Nilai 935)

​Selain pemenang kirab, panitia juga mengumumkan tujuh Penerima Anugerah Kebudayaan Kutim 2025 berdasarkan penilaian Tim Visitasi Kebudayaan.

​Para penerima anugerah tersebut adalah Mohammad Azmin Maryam Aria Arifin (Kreator Seni Tari), Nisma Mawardah (Pelestari Bahasa dan Sastra), Agung Suroso dan Syarwali Ahmad (Kreator Seni Rupa), Zulfikar Muhammad Nugroho (Pelestari Seni Musik), Ises Rahayu (Pelestari Wastra), dan Affinizar Julianur Fajar (Generasi Muda Berbudaya).