Momen Haru di Paripurna, Ketua Fraksi Demokrat Beri Hormat pada Guru di Pedalaman Kutim

Foto Ketua Fraksi Partai Demokrat Kutim Pandi Widiarto

SANGATTA – Suasana Rapat Paripurna ke-XIII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Selasa (25/11/2025) diwarnai momen emosional yang menyentuh.

Di tengah agenda formal penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, Ketua Fraksi Demokrat Kutim, Pandi Widiarto, menyempatkan diri menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Aksi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November.

Dalam penyampaiannya di hadapan Ketua DPRD, Asisten II Sekkab Kutim, dan seluruh anggota dewan, Pandi menekankan betapa beratnya perjuangan para guru, khususnya mereka yang mengabdi di pelosok Kutai Timur.

“Sebelum menyampaikan pokok-pokok pandangan umum, izinkan kami Fraksi Partai Demokrat memberikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik. Khususnya mereka yang bertugas di daerah terpencil, wilayah pesisir, hingga pedalaman Kutai Timur,” ujar Pandi dengan nada tegas namun penuh hormat.

Ia menyoroti dedikasi para guru, baik yang berstatus ASN maupun non-ASN, yang tetap setia mengajar meski kerap dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana.

Penghormatan tersebut tidak sekadar retorika. Fraksi Demokrat langsung mengaitkan apresiasi tersebut dengan tuntutan kebijakan dalam APBD 2026. Pandi menegaskan bahwa komitmen pemerintah mengalokasikan 20 persen APBD untuk pendidikan harus benar-benar berdampak pada kualitas, bukan hanya kuantitas.

“Kami meyakini untuk mewujudkan generasi emas harus kita mulai dari ruang kelas, ruang guru, dan lingkungan sekolah yang membentuk karakter,” tegasnya.

Selain itu, Fraksi Demokrat juga mengingatkan pemerintah untuk fokus pada monitoring, pengawalan, dan akselerasi dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami berharap program MBG bisa hadir di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur. Kami meyakini untuk mewujudkan generasi emas harus kita mulai dari ruang kelas, ruang guru, dan ruang sekolah yang membentuk karakter dan kualitas masa depan anak-anak Kutai Timur,” terangnya. (Caya/*/ADV)