Astaga! Ternyata PMK Sudah Masuk Ke Kutim

Kutai Timur -Kutim3011 Dilihat

Sangatta – Meski sebelumnya sempat diklaim bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Namun sejak akhir bulan Februari 2023 lalu, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dikabarkan sudah ditemukan PMK di dua Kecamatan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Dyah Ratnaningrum kepada sejumlah awak media saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Senin (20/3/2023)

Menurutnya, masuknya PMK ke Kutim diakibatkan mulai dibukanya lalulintas ternak sapi potong di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sehingga PMK ikut berimbas ke Kutim.

“Kita temukan pertama di Kecamatan Teluk Pandan sebanyak 2 ekor Sapi, tapi langsung ditindak lanjuti oleh teman-teman dokter hewan dan bisa sembuh,” Kata Dyah Ratnaningrum kepada sejumlah awak media

Tak hanya sampai disitu, pihaknya kembali mendapatkan laporan dari masyarakat, terkait adanya PMK di Kecamatan Sangatta Selatan, yang mengakibatkan satu ekor hewan ternak mati. Karena pada saat dilaporkan, posisi hewan ternak tersebut sudah dalam kondisi parah.

“Sehingga ada satu ekor hewan ternak mengalami kematian. Saat itu juga mungkin ada sekitar delapan ekor sapi yang dipotong paksa, sebagai bentuk langka antisipasi penyebaran PMK,”Imbuhnya

Disebutkannya, saat ini baru dua kecamatan di Kutim yang ditemukan terdapat penyakit PMK, yakni Kecamatan Teluk Pandan dan Sangatta Selatan. “Dan itu teman-teman dokter hewan sudah luar biasa bekerja untuk mengantisipasi penyebaran penyakit itu,” Bebernya

Karena itu, pihaknya menghimbau kepada para pedagang sapi potong yang mengambil sapi potong dari luar daerah harus benar-benar melakukan seleksi dengan baik. Sehingga penyakit PMK tidak lagi masuk ke Kutim. “kalau terjadi begini yang rugi pedagang juga. Bayangkan satu ekor sapi berapa juta harganya. Tapi kita juga sudah sosialisasikan ke para pedagang,” Terangnya

Untuk itu, dalam waktu dengan ini pihaknya bersama dengan tim dari Provinsi, akan turun kelapangan untuk memberikan edukasi kepada sejumlah pedagang sapi potong di Kutim. “Kitakan tau siapa-siapa saja orangnya sudah ada catatannya di kita, dan kemarin pas ada yang positif PMK itu, siapa saja pedagangnya dia ambil dari mana dan sebagainya sudah diketahui.” Tutup

Selain itu, pihaknya juga mengaku jika saat ini stok obat-obatan yang akan dipergunakan untuk mengobati hewan ternak yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sangat terbatas. Karena itu, pihaknya berencana akan melakukan pergeseran anggaran perjalanan dinas untuk membeli obat-obatan. “Kita akan geser anggaran perjalanan dinas kita untuk membeli obat-obatan.” Tutupnya (*/KE)

 

 

Berita Terbaru