Mahyuddin Beri Sinyal, Dukung Mahyunadi Berpasangan Ardiansyah Sulaiman Di Pilkada 2024

Sangatta – Meski Pilkada Kutim 2024 masih terbilang lama, namun Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) nampaknya mulai memberikan sinyal kuat salah satu kader terbaiknya saat ini akan kembali maju di Pilkada.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Perindo Mahyuddin saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Gor BPSB Swarga Bara, Minggu (26/2/2023)

“Kemampuan Mahyunadi untuk memimpin Partai Politik sudah sangat memumpuni, dan tidak diragukan lagi, apalagi dilihat dari komposisi para pengurusnya yang baru dilantik. Rata-rata tokoh yang tidak disangka bisa bergabung di Partai Perindo Kutim. Karena maknetnya seorang Mahyunadi,” Ucapnya Mahyuddin didampingi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Ketua Perindo Kutim Mahyunadi.

Karena itu, Mahyuddin mengaku pihaknya sangat optimis jika Partai Perindo Kutim mampu meraih kursih di DPRD Kutim pada Pemilu 2024 mendatang. “Saya kira jika Perindo bisa memperoleh kursih disetiap dapil, itu hal yang sangat logis tinggal berjuang bagaimana disetiap dapil itu bisa lebih dari satu kursih,” terangnya

Pasalnya menurut Mahyuddin perolehan kursih di Pemilu 2024 mendatang, juga menjadi salah satu modal bagi Partai Perindo untuk maju di Pilkada Kutim. “Jadi kita juga punya perahu sendiri untuk maju jadi calon Bupati, kalau nga berpasangan saja sama pak Ardiansyah kan lebih gampang,” Ucapnya Mahyuddin sembari tertawa didampingi Mahyunadi dan Ardiansyah Sulaiman

Mendengarkan hal itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pun juga ikut tertawa sembari mengatakan kepada sejumlah awak media. “nokomen dulu. Tadi saya katakan kita persiapkan semua kontestasi ini, kita gembirakan masyarakat dengan pesta demokrasi kita yang akan datang,” Imbuhnya

Sementara itu, Ketua Perindo Kutim Mahyunadi mengatakan terkait pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Perindo Mahyuddin hal itu merupakan hal yang biasa diutarakan salah satu tokoh politik Nasional. “Orang politik atas itukan sama dengan pak isran ngomongnya jeplak-jeplak aja tidak ada beban. Jadi juga tidak apa-apa, tidak juga tidak apa-apa. Orang politik tingkat atas itu ngomongnya jeplak-jeplak saja. Kayak Pak Isran apanya Wak, biasa saja begitu,” terangnya kepada sejumlah awak media

Namun Mahyunadi mengaku mungkin saja hal itu juga masuk akal. Terlebih politik itu bersifat dinamis. “Mungkin saja itu masuk akal, tapi saya katakan politik itu dinamis. Orang saja mengatakan politik itu kepentingan mereka juga masih mengatakan dinamis. Apalagi saya yang mengatakan bahwa politik itu sebuah panggilan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mulia lebih dinamislah politik itu,” imbuhnya

Lebih lanjut, ketika ditanya sejumlah awak media apakah siapa berpasangan ? Mahyunadi menjawab Wallahualam Bissawab artinya ‘Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya’. “Siap terus pokoknya, siap itu saya katakan karena kita harus mencapai jabatan-jabatan politik bukan untuk kekuasaan tapi untuk mengeluarkan pikiran-pikiran kita untuk sebuah pembangunan yang nyata. Karena jika kita tidak mendapatkan jabatan kekuasaan politik itu, kita bagikan katak dalam tempurung. Hanya bisa berteriak tapi tidak bisa diaplikasikan kepada seluruh masyarakat.” Tutupnya (*/KE)

 

Posting Terkait

Berita Terbaru

Berita Terbaru