Mendadak Tes Urin, 108 Pegawai Disperkim Kutim Bebas Narkoba

SANGATTA- Akselerasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) yang dilakukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Timur (Kutim) tak pernah kendur. Setelah menyambangi beberapa organisasi perangat daerah (OPD), beberapa waktu lalu, Kamis (2/2/2023) pagi, BNK Kutim melibatkan Satuan Narkoba Polres Kutim melanjutkan kegiatan tes urin di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim).

 

Kegiatan tes urin yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA hingga menjelang tengah hari ini dipimpin Ketua Harian BNK Kutim Sarwono Hidayat bersama Kasat Narkoba Polres Kutim AKP Jaelatu. Mengerahkan personel dari BNK dan Polres Kutim.

 

 

“Sesuai data ada 168 pegawai dilingkungan Dinas Perkim. Namun hanya 104 pegawai, PNS dan TK2D yang bisa menjalani tes urin di kantor dinas. Setelah itu ada 4 pegawai UPT Pertamanan dan Pemakanan (masih pegawai Disperkim) yang melakukan tes urin susulan di BNK Kutim. Jadi total ada 108 pegawai yang tes urin,” kata Ketua Harian BNK Kutim Sarwono Hidayat.

 

Absennya para pegawai yang tak bisa mengikuti kegiatan tes urin dadakan kali ini bukannya mangkir, melainkan sedang melaksanakan kegiatan lapangan, sakit maupun cuti dengan sepengetahuan pimpinan. Selanjutnya pihak BNK Kutim akan menjadwal ulang tes urin bagi pegawai yang belum sempat di cek kandungan air kencingnya, juga secara mendadak. Diantara 108 pegawai yang di tes adalah Kepala Disperkim H Ahmad Iip Makruf dan Sekretarisnya Yuliansyah. Tes urin berlangsung lancar dan tertib sesuai arahan petugas. Para pegawai mengantre toilet guna mengambil sampel air seni yang akan di tes. Setelah sebelumnya mengisi daftar hadir yang disiapkan.

 

“Dari semua pegawai lingkup Dinas Perkim yang di tes urin, semuanya dinyatakan negatif,” tegas Sarwono yang purnawirawan polisi.

 

Kepala Disperkim H Ahmad Iip Makruf dan Sekretarisnya Yuliansyah mengaku lega dan beryukur seluruh pegawai termasuk dirinya dinyatakan negatif dari narkoba. Sebab jika ada pegawai yang terlibat narkoba dilingkungan kerjanya, sudah pasti akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Apalagi sampai ketergantungan barang haram tersebut.

 

“Alhamdulillah semua negatif dari narkoba. Kami memang senantiasa mengimbau seluruh pegawai lingkup Dinas Perkim untuk tak sampai terlibat narkoba karena bahayanya yang luar biasa,” tegasnya.

 

Secara prinsip, sambung Iip, pihaknya selalu mendukung upaya jajaran BNK dan Satuan Narkoba Polres Kutim dalam pelaksanaan P4GN di daerah ini. Berikutnya untuk pelaksanaan tes urin bagi para pegawai yang belum, Iip mengatakan bahwa pihaknya kapan pun siap. Tentunya saat jam kerja pegawai.

 

 

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Kutim AKP Jaelatu menyebut, kegiatan tes urin yang dilaksanakan dengan sasaran pegawai OPD lingkup Pemkab Kutim bersinergi dengan program Sat Narkoba Polres Kutim. Keterlibatan Polres Kutim tentunya menjadi bentuk dukungan pihaknya pada setiap program BNK.

 

“Kami (Polres Kutim) akan terus mendampingi BNK Kutim selaku lembaga yang punya program (tes urin) ini. Sebagai bentuk upaya terus menekan tindak kejahatan narkoba,” sebutnya.

 

Apabila nantinya ada pegawai yang kedapatan positif menggunakan narkoba, tentunya akan ditindak sesuai prosedur yang ada. (kopi3)

Berita Terbaru