oleh

Tekan Laju Inflasi Pasca Kenaikan BBM, Zubair : Tidak Semua Angkutan Disubsidi

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana akan memberikan subsidi selama tiga bulan kepada sejumlah angkutan barang untuk menekan laju inflasi pasca kenaikan Bahan Bakar Minya (BBM).

“Angkutan memang diakui sebagai salah satu faktor naiknya harga barang, yang menyebabkan naiknya inflasi. Karena itu, pemerintah akan memberikan subsidi angkutan, dengan harapan tidak naik harga. Namun tidak semua angkutan akan mendapat subsidi, termasuk angkutan orang. Jadi hanya angkutan barang,” kata Assisten Ekonomi Pembangunan Zubair beberapa waktu yang lalu

Dicontohkan, angkutan komoditas pertanian dari Kaubun ke sangatta. harga komoditas, akan naik karena kenaikan biaya angkut akibat kenaikan harga BBM. Karena itu, kita akan membantu , dengan memberikan subsidi angkutan dari Kaubun ke Sangatta, dengan harapan harga tidak naik.

“Subsidi angkutan ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat, dengan memanfaatkan anggaran 2 persen dari transfer pusat ke daerah. Untuk Kutim, setelah dihitung, itu nilainya Rp. 32 miliar,” katanya.

Disebutkan, pengendalian inflasi, juga bisa disiasati dengan menggiatkan potensi yang ada. Misalnya, jika harga cabai naik, karena angkutan naik, maka kita harus galakkan program menanam cabai, dengan memanfaatkan pekarangan.

“Jadi ada beberapa cara pengendalian inflasi ini, dengan harapan sesuai dengan harapan pemerintah pusat hanya sekitar 5 persen.

Dijelaskan, inflasi perlu dikendalikan, sesuai dengan arahan pemerintah maksimal 5 persen. Inflasi perlu dikendalikan karena sangat berbahaya terhadap ekonomi nasional, termasuk menurunnya daya beli masyarakat, untuk itu perlu dikendalikan. Termasuk di Kutim, kalau inflasi tidak dikendalikan, maka kenaikan harga itu bisa tidak terkendali. Untuk itu, perlu intervensi pemerintah, melalui subsidi.

“Tapi mekanisme penyalurannya kita akan diskusikan dengan OPD terkait, bagaimana regulasinya, kategori yang berhak mendapatkan serta besaran subsidinya. Jangan sampai salah sasaran,” katanya.

Selain melalui subsidi, pengendalian inflasi juga dilakukan dengan cara pengawalan dan pengawasan pendistribusian BBM di SPBU yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama jajaran Polres Kutim. Kemudian inspeksi mendadak (sidak) ke distributor barang, operasi pasar murah, pengawasan penyalahgunaan dan penimbunan BBM.

Berita Terbaru