oleh

DPK Programkan Diorama 6 Dimensi

SAMARINDA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim sepertinya tak pernah berhenti berinovasi untuk mengembangkan Dinas PK yang baru ia pimpin. Selain merancang sejumlah program baru, iapun berusaha meningkatkan layanan kepada masyarakat seperti program antar dan jemput buku, serta mendorong hadirnya perpustakaan di Mahakam Hulu terlebih di kawasan perbatasan RI dengan Malaysia.

Salah satu program yang di gadang-gadangnya yakni memanfaatkan eks Hotel Atlit yang berada di GOR Kadri Oening Sempaja Samarinda. “Jika kami mendapatkan amanah bisa memanfaatkan eks Hotel Atlit itu, Insya Allah kedepan akan dibuat sebuah diorama Kaltim yang menggunakan teknologi tinggi. Kalau bisa di atas Keong Emas, sehingga pengunjung bisa menikmati sekaligus menggali sejarah dan belajar akan sejarah Kaltim dari jaman kerajaan hingga sekarang, selain itu ada juga film tambang, perkayuan dan sebagainya,” ungkap Syafranuddin saat mengisi dialog di TVRI Samarinda, Selasa (13/9/2022) kemarin.

Ia menambahkan, Diorama Arsip yang akan dibuatkan bakal memadukan seni dan teknologi, sehingga dokumentasi yang arsip layaknya nonton film layar besar.

“Pokoknya, pengunjung nggak bosan. Nah, selama menonton pengunjung akan disajikan data – data atau dokumen sejarah plus audio yang bagus,” bebernya seraya menambahkan nanti DPK akan bekerjasama dengan banyak pihak termasuk para seniman Kaltim yang akan menghiasai diorama DPK nanti.

Lebih jauh, Ivan menceritakan Kaltim dikenal berbagai musim yakni Musim Banjir Kap yakni masa jayanya penebangan kayu hingga hadir pabrik playwood, kemudian bergeser ke tambang minyak, emas dan batu bara. Namun, sayangnya peristiwa yang membuat nama Kaltim tersohor dengan sebutan “Daerah Kaya” belum terdokumentasikan dengan baik sehingga tidak ada tayangan yang bisa mengajak masyarakat luas mengetahui seluk beluk masing-masing musim itu.

“Kaltim ini tambang batubara pertama kali ada di Loa Kulu, bekas-bekas penambangan itu sudah tidak ada, Insya Allah kami akan menggalinya hingga bisa menjadi sebuah dokumen yang baik dan edukasi,” beber mantan Karo Humas Setda Kaltim ini.(Humas DPK Kaltim)

Berita Terbaru