oleh

Ekspos Pembangunan Hijau Kaltim, Siang Geah : Butuh Sinergitas Untuk Mewujudkan Smart Forest City

Sangatta – Ketua Lembaga Adat Wehea, Desa Nehas Liah Bing, Siang Geah akhirnya menjadi salah satu pembicara mewakili masyarakat hutan wehea dalam disikusi panel ekspos 5 tahun pembangunan hijau di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang di hadiri langsung oleh sejumlah pemangku kepentingan mulai dari pusat hingga daerah.

Dalam kegiatan yang bertajuk mendukung  pembangunan smart forest city Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berlangsung di Hotel Mercure, Kalimantan Timur,  Rabu (8/6/2022). Siang Geah yang juga merupakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kutim diminta membagikan pengalamannya terkait pengelolaan pelesatrian hutan adat Wahea yang membuatnya diganjar penghargaan internasional.

“Sinkronisasi pembangunan untuk mewujudkan pembangunan hijau atau pembangunan kota yang ramah lingkungan, mesti ada sinergitas dari seluruh stakeholder terutama konektivitas perencanaan dan program dari pusat hingga daerah,”Kata Siang Geah dalam kesempatan itu

Lanjutnya, Smart Forest City ini adalah acuan atau ‘rule model’ pembangunan kedepannya. Apalagi kondisi bumi kita ini makin hari makin tidak sehat. “Tentu perencanaan saja tidak cukup, tetapi bagaimana menyatukan kepentingan antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam hal ini perusahaan-perusahaan yang aktivitasnya bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat,”Jelasnya Siang Geah yang juga merupakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan DPRD Kutai Timur.

Selain itu, dalam forum itu, Siang Geah juga diminta membagikan pengalamannya terkait perjuangannya melestarikan hutan adat Wahea yang berhasil mendapatkan penghargaan Internasional.

“Apa yang dibicarakan dalam forum ini harus menjadi atensi semua pihak, terutama pihak swasta dalam melaksanakan kegiatannya harus mengutamakan dampak lingkungan hidup. Karena Bumi kita ini makin hari makin tua, apabila tidak dirawat, kita akan mendapatkan bencana,” tutup Siang Geah (*/KE).

Berita Terbaru