oleh

Mulai 4 Oktober, 321 Sekolah di Kutim Sudah Siap Melaksanakan PTM

Sangatta – Kerinduan para siswa maupun guru untuk bisa segera mengikuti proses belajar mengajar nampaknya akan segera terwujud. Pasalnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sudah memastikan pada tanggal 4 Oktober 2021 mendatang ada sekitar kurang lebih 321 sekolah di Kutim, mulai dari TK PAUD, SD hingga SMP sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Dari catatan di Pendidikan Kutim, dari 365 sekolah Paud yang ada di 18 kecamatan ada sekitar 124 TK Paud yang sudah menyatakan siap melaksanakan PTM, sedangan ada sekitar 241 TK Paud yang belum mengirimkan Izin ke Disdik.
Selanjutnya, untuk SD/MI yang sudah siap melaksanakan PTM itu ada sekitar 136 sekolah dari 232 SD yang ada di 18 Kecamatan. Sementara yang belum mengirimkan izinnya ke Disdik Kutim masih ada sekitar 95 sekolah.

Sementara untuk SMP/Mts yang sudah siap melaksanakan PTM ada 61 sekolah dari 89 sekolah di 18 kecamatan dan masih ada 28 SMP yang belum siap. “Jadi kalau rata-rata sekolah yang sudah siap sekarang sudah diatas angka 70 persen,” Ucap kepala Dinas Pendidikan Kutim Syahrir didampingi kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sangatta Utara M. Arafah saat menggelar jumpa pers di Kantor Disdik Kutim, Rabu (29/9/2021)

Namun menurut Syahrir sebelumnya sejak tanggal 20 September lalu sudah ada beberapa sekolah di Kecamatan yang masuk zona hijau, sudah melaksanakan PTM, seperti di Kecamatan Muara Ancalong dan Long Mesangat.

“Sekarang itu per-Kecamatan sudah ada laporannya bahwa mengadakan PTM itu, mulai ada perkembangan. Tetapi untuk sangatta utara sendiri insyah Allah tanggal 4 oktober. Karena semua persyaratan yang kita berikan harus dipenuhi oleh sekolah. Seperti TK Paud atau SD ketika diantar oleh orang tuanya tidak boleh di tungguin, begitu habis diantar langsung pulang,” jelasnya

Sementara itu, kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sangatta Utara M Arafah mengaku jika sebenarnya PTM terbatas itu sudah dibuka sejak tanggal 20 september 2021 lalu, yang diumumkan secara langsung oleh Tim Satgas Covid-19 Kutim. Sementara untuk teknis pelaksanaan di lapangan tergantung kesiapan satuan pendidikan.

“jadi bukan berarti begitu tanggal 20 sudah diumumkan pemerintah, seluruh satuan pendidikan sudah bisa melaksanakan PTM, tapi tidak begitu hanya secara umum saja. Maka disepakatilah melalui dua kelembagaan kita yakni Disdik dan Kemenag yang di mulai dari jalur paling bawah,”terangnya

Dijelaskannya, Jadi alur utama PTM ini yang pertama adalah kesiapan satuan pendidikan. Setelah satuan pendidikan dianggap clear maka harus melalui jalur kedua yakni melakukan permohonan izin PTM kepada dinas pendidikan dan kemenag.

“Setelah permohonan itu masuk, kemudian diverifikasi dan dilakukan tahap kedua yakni faktualisasi tentang kesiapan satuan pendidikan terkait standard operating procedure (SOP) yang sudah disusun oleh dinas pendidikan dan kemenag, yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) mentri,” bebernya

Selain itu, juga ada penekanan dari Tim Satgas Covid-19 bahwa dalam satuan pendidikan itu minimal vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikannya, syarat utama bisa melaksanakan PTM adalah minimal harus mencapai 70 persen dari tenaga pendidiknya sudah melakukan vaksinasi.

“Dan ini sudah kami lakukan dan itu betul-betul ditekankan bahwa tenaga pendidik di sana atau pegawai di sana sudah di vaksin sebanyak 70 persen, diluar komorbit yang belum mendapatkan rekomendasi untuk bisa melaksanakan vaksinasi,” imbuhnya

Karena itu, sudah ada beberapa sekolah yang mengajukan PTM khususnya di sangatta utara, namun pihaknya belum memberikan izin bisa melaksanakan PTM, dengan alasan syarat utama yang ditekankan oleh tim Satgas belum dipenuhi sebanyak 70 persen.

“Contohnya juga satuan pendidikan itu belum terpenuhinya dengan protokol kesehatan kesiapan mereka. Di sana harus betul-betul ada CPPS nya, dari rasionalisasi jumlah siswa mereka. Kalau anjuran prokes itu, di setiap pintu masuk ada ada tempat cuci tangan. Kalaupun itu tidak ada harus memakai alternatif ke dua yakni memakai hansanitaiser,” Tutupnya (KE/*)

Berita Terbaru