oleh

Masih Pendemi, Pemerintah Harus Hati-hati Potong Anggaran Kesehatan

 

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dr Novel Tity Paimbonan menyarankan Pemkab Kutim agar lebih berhati-hati melakukan pemotongan anggaran di Dinas Kesehatan, terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19.

Pasalnya di APBD Perubahan tahun 2021 ini, Dinas Kesehatan Kutim dikabarkan mengalami pengurangan anggaran kurang lebih Rp 16 miliar.

“Seharusnya pemerintah hati-hati dalam memotong anggaran kesehatan. Sebab pandemi masih belum berakhir, sehingga kita perlu waspada. Seharusnya, dalam kondisi seperti ini, maka seharusnya minimal anggaran kesehatan tidak perlu dikurangi, sebagai antisipasi kondisi pandemi saat ini,” katanya.

Diakuinya, alasan pemerintah, melalui informasi dari Dinas kesehatan, anggaran yang dipotong seperti biaya perjalanan dinas, karena kurangnya perjalanan dinas selama pandemi ini.

Termasuk kegiatan yang tidak perlu atau tidak prioritas atau memang tidak mungkin untuk dilakukan dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Menurut Novel, kalau memang harus dipotong, namun jangan sampai anggaranyang terkait dengan pandemi ini ikut terpotong. Seperti anggaran pencegahan berupa anggaran promotif, anggaran sarana pendukung penanganan corona.

“Jadi intinya terkait dengan pandemi, jangan sampai ada terpotong. Kalau memau dikurangi, khusus anggaran yang memang tidak perlu dan tidak bisa dilakukan saja. Termasuk biaya rawat inap, biaya perjalanan dinas termasuk program yang memang tidak prioritas, yang tidak mungkin dikerjakan lagi di akhir tahun ini,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kutim Joni mengakui ada perubahan anggaran. Ada anggaran di dinas yang naik, sementara ada anggaran yang turun. Termasuk yang turun antara lain adalah anggaran kesehatan.

“Tapi memang semua anggaran yang dipotong itu anggaran perjalanan dinas, program yang tidak mungkin diselesaikan di akhir tahun. Anggaran itu dialihkan untuk membayar utang ,” katanya.

Berita Terbaru