oleh

UMK Kutim 2022 Naik 1,8 Persen

Sangatta – Dewan Pengupahan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan Upah Minimun Kabupaten (UMK) tahun 2022, hanya naik sekitar Rp35 ribu atau sebesar 1,8 persen saja dari upah  tahun 2021 ini.  Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sudirman Latif kepada sejumlah awak media

“UMK  Kutim tahun 2022, yang telah disepakati  Dewan Pengupahan  hanya naik Rp35 ribu atau  1,8 persen dari UMK tahun ini,” kata  Sudirman Latif, saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Kutim Kamis (25/11/2021) .

Meskipun naik kecil, namun diakui,  nilainya masih lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP). Ini sama dengan tahun ini, UMK tetap lebih besar dari UMP.

Menurut Sudirman, bahwa formulasi yang dibuat Pemkab dalam menentukan  UMK berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021. Selain itu, dimasukkan pula presentasi inflasi provinsi Kaltim yakni 1,86 persen sehingga ditetapkan UMK  Kutim tahun 2022 sebesar Rp3.175 juta.

“Formulasi yang dipakai itu acuannya di Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021. Kami juga memasukkan faktor inflasi Kaltim, sehingga kita temukan nlai  Rp3,17 juta lebih,” jelasnya.

Karena semua sudah ada aturanya, makanya dalam penentuan UMK ini, pihaknya bersama Dewan Pengupahan  membahas nilai UMK tahun 2022 satu kali, dan berhasil mendapat persetujuan, tanpa ada penolakan pihak terkait. “Pembahasan  berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti. Ini karena semua sesui dengan aturan yang ada. Karena itu  hanya  dibahas sekali saja, langsung dapat kesepakatan.  Kesepakatan ini langsung ditandatangani Bupati ,” katanya. (*KE)

Berita Terbaru