oleh

Pandemi Covid-19, Tak Pengaruhi Investasi Masuk Ke Kutim

Sangatta –  Meski pandemi wabah virus corona (Covid-19) sempat membuat berbagai sektor perekonomian sempat terseok-seok dalam beberapa Tahun terakhir. Namun ternyata dampak pandemi tidak begitu berpengaruh terhadap investasi yang masuk ke Kabupaten Kutai Timur.

Hal ini terbukti dari data investasi yang masuk ke Kutim dari tahun 2020 sampai 2021 ini justru terus mengalami peningkatan, baik investasi penanaman modal asing (PMA) ataupun Investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Dalam kesempatan itu, menurut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, PMA yang masuk Kutim tahun 2020 senilai Rp1,6 triliun,  sementara tahun 2021 naik jadi Rp1,9 triliun. Kebanyak PMA ini masuk sekotor pertambangan dan perkebunan. Sementara PMDN, tahun 2020, senilai Rp1,4 triliun, tahun 2021, naik jadi Rp4,3 triliun.

“Jadi naiknya sangat besar, tapi kita masih ingin kejar terus.  Karena kita ingin ada investasi sektor hilir, yang akan memberikan dampak lebih besar baik nilai tambah maupun terhadap serapan tenaga kerja,” jelas Ardiansyah usai mengikuti rapat koordinasi nasional dan anugra investasi 2021 secar virtual di Dinaskominfo Kutim. Rabu, (24/11/2021)

Diakui,  untuk sektor pertambangan, akan ada hilirisasi batu bara, akan masuk pabrik metanol. Ini nilainya cukup besar, tapi turunan metanol yang akan diproduksi itu sendiri akan lebih banyak lagi seperti plastik dan lain-lain, yang juga diharapkan akan ada di Kutim,” jelasnya

Sementara untuk sektor perkebunan,  pihaknya ingin ada hilirisasi, bukan hanya Curude palam oil (CPO), tapi  seharusnya ada pabrik turunan CPO seperti pabrik minyak goreng, sabun dan lain produk turunannya.

“Kalau ini yang tercapai, maka dampaknya akan sangat besar, baik serapan tenaga kerja, pendapatan asli daerah dan lain keuntungan,” katanya.

Untuk itu,  pihaknya terus berupaya memperbaiki iklim investasi di Kutim. Karena sejak awal berdirinya Kutim, pemerintah daerah sudah melakukan itu, dengan membuat kantor pelayanan perijinan terpadu satu atap. Kemudian, ada UU dari pemerintah pusat, yang membuat kantor  seperti itu yang sekarang dinamanakan Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

“Pelayanan perijinan satu pintu ini untuk mempermudah pelayanan perijinan pada investor, sehingga prosesnya cepat. Meskipun masih ada kekurangan, itulah yang akan kita benahi, agar lebih baik lagi.  Tapi intinya,  di satu kantor pelayanan perijinan ini, ada semua perwakilan OPD, yang membuat ijin, termasuk PU dan lain sebagainya. Sehingga investor dengan cepat mendapatkan izin,” katanya. (*/KE)

Berita Terbaru