oleh

OPD Diminta Maksimalkan Serapan Anggaran, Bupati Optimis Serapan Anggaran Meningkat Bulan Ini

Sangatta – Bupati dan Wakil Bupai Kutim, Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang mengikuti langsung Rapat Koordinasi Evaluasi Penyerapan Anggaran Daerah Tahun 2021 secara virtual. Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan juga diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara virtual.

Dalam rakor tersebut, Tito Karnavian mengatakan di situasi pandemi, pihaknya memahami bahwa Pemerintah Daerah mengalami kontraksi pendapatan sehingga tidak sesuai dengan praktek. Tito Karnavian menyampaikan Realisasi pendapatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun 2021 ini mengalami penurunan.

“Kalau kita melihat realisasi pendapatan, ini gabungan dari Pusat, transfer maupaun dari PAD, terjadi penurunan konsentrasinya. Di Tahun 2020, untuk pendapatan berada diatas 85,86 persen per 30 November 2020, kemudian data kita per tanggal 19 November 2021, pendapatan gabungan Provinsi dan Kabupaten/Kota sebesar 79,19 persen, jadi menurun secara persentase”, ungkap Tito.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti serapan anggaran beberapa daerah yang  masih rendah.

Usai mengikuti Rakor Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan meski dibeberapa daerah masih terdapat serapa anggaran yang masih terbilang rendah, namun serapan APBD 2021 tahun ini masih  terbilang cukup bagus.

“Artinya kita masih moderat untuk belanja daerah. Untuk pendapatan (APBD) kita cukup tinggi. Mudah-mudahan sampai menjelang akhir tahun ini serapan belanja kita semakin meningkat,”Ucap Ardiansyah kepada sejumlah awak media di ruang Media Center, Kantor Diskominfo Perstik Kutim, Senin (22/11/2021).

Selain itu, Ardiansyah mengakui jika saat ini transfer Pemerintah Pusat ke Pemkab Kutim cukup lancar. Sebab, pelaporan dan pengelolaan keuangan Pemkab Kutim ke Pemerintah Pusat, rutin disampaikan setiap bulan.

“Dari gambaran yang disampaikan oleh Mendagri dan Menteri Keuangan tadi, posisi kita (Pemkab Kutim) berada di tengah,” ungkapnya.

Iapun mengaku sangat optimis, serapan anggaran belanja Pemkab Kutim dalam satu bulan ini bisa lebih meningkat. Sebab, dari informasi yang telah disampaikan, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menyampaikan laporan. Seperti Dinas Kesehatan, laporan anggaran untuk Perlinsos (Perlindungan Sosial) juga belum disampaikan.

Untuk itu, Ardiansyah meminta pada Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk memaksimalkan pembelanjaan berdasarkan perintah Pemerintah Pusat.

“Saya meminta kepada BPKAD dan Bappeda untuk memaksimalkan pembelanjaan atas perintah Mendagri tadi, untuk melakukan Rakor dengan OPD-OPD terkait realisasinya pendapatan dan belanjanya,” imbuhnya (*/KE)

Berita Terbaru