oleh

Ini Alasannya, Terget PAD Retribusi Sampah di Kutim Dikurangi Selama Tiga Bulan

Sangatta – Setelah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tuah Benua memberikan subsidi atau keringanan pembayaran tagihan air bagi pelanggan yang memiliki tagihan maksimal Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan ke depan. Nampaknya dibalik pemberian subsidi itu, juga berimbas terhadap penarikan retribusi sampah selama beberapa bulan.

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tuah Benua Suparjan mengatakan selama pemberlakukan pemberian subsidi atau pemberian keringanan pembayaran tagihan air kepada pelanggan, pihaknya juga tidak melakukan pengutan atau penarikan retribusi sampah dengan alasan cukup kesulitan melakukan penagihan.

“bagaimana memugutnya, kami pasti kesulitan, karena itu pungutan retribusi sampah untuk sementara waktu juga kami hentikan,” Kata Suparjan beberapa waktu yang lalu kepada sejumlah awam media.

Namun menurut Suparjan penghentian pemungutan restribusi sampah tersebut juga sudah disampaikan ke disampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim. “tahun lalu juga pada saat pemberian subsidi atau keringanan pembayaran tagihan air kepada pelanggan juga tidak kami pungut selama beberapa bulan,”Ucapnya

Dijelaskannya, selama ini pihaknya sudah lama bekerja sama dengan DLH untuk melakukan pengutan retribusi sampah. Dari hasil pungutan retribusi langsung disetorkan ke Kas Daerah sebagai PAD. “Retribui sampah yang di pungut itu, datanya seluruhnya lengkap, yang dikanakan retribusi sampah itu hanya di sangatta selatan dan Sangatta utara saja, sementara yang diluar sangat belum dilakukan pungutan,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aji Wijaya Effendie mengakui penghentian penarikan retribusi tersebut tidak menjadi masalah bagi pihaknya. Pasalnya pada tahun sebelumnya di masa covid-19 juga tidak dilakukan pungutan retribusi selama beberapa bulan.

“Jadi kita hanya mengurangi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi sampah dan untuk selanjutnya harus di proses lagi di keuangan.,” terangnya

Diakuinya, untuk target retribusi sampah untuk tahun ini, pihaknya hanya menargetkan sekitar kurang lebih Rp 900 juta dari sekian ribu pelanggan yang ada di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. “Kalau hanya Rp 900 juta pertahun, tinggal dibagi selama 12 bulan atau di kurangi selama 3 bulan,” Imbuhnya

Lebih Lanjut Aji Wijaya juga mengaku jika surat pemberitahuan dari Perumda  Tirta Tuah Benua juga sudah disampaikan ke Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai dasar untuk mengurangi target PAD dari Retribusi Sampah. “Sudah ada suratnya kemarin, dan sudah di sampaikan ke Bappenda agar tergetnya di kurangi,” Tutupnya (*/KE)

Berita Terbaru