oleh

Bupati Kutim ; Keberlanjutan Pengurus PPTI Sangat di Butuhkan Untuk Berantas Penyakit TBC

Sangatta – Penyakit Tuberkulosa (TBC) nampaknya sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Kaltim. Dari catatan yang di perolah kasus TBC di Indonesia masih tercatat sebagai salah satu dari negara dengan beban Tuberkulosis atau TB/TBC yang tinggi atau sebanyak 845 ribu kasus di tahun 2020 lalu.

Untuk menangani kasus Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai upaya, salah satunya melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan memberikan  pendampingan terhadap pasien yang diobati agar dapat menjalani pengobatan sampai sembuh.

Karena itu, Ketua Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Provinsi Kalimantan Timur Hj Norbaiti Isran Noor, pada Selasa, (13/10/2021) melakukan pelantikan pengurus PPTI Kutim masa bakti 2021-2025, yang disaksikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan kepala Dinas Kesehatan dr Bahrani Hazanal.

Usai menyaksikan pelantikan pengurus PPTI Kutim, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan keberanjutan pengurus PPTI sangat dibutuhkan terutama bisa membantu pemerintah dalam melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap pasien yang diobati agar dapat menjalani pengobatan sampai sembuh

“Jika virus corona ini pandemi, Tuberkulosa ini epidemi yang memang sangat sulit hilang di dunia ini. Tapi meski begitu tetap perlu ada upaya penggulangan dan pemberantasannya,” Kata Ardiansyah Sulaiman

Terlebih menurut Ardiansyah Sulaiman di Kabupaten Kutai Timur saat ini masih banyak pasien TBC yang harus segera disembuhkan. Karena itu, masyarakat harus bisa diyakinkan bahwa penyakit TBC ini sangat bisa disembuhkan.

“Apakah itu TBC tular, TBC paru maupun penyakit TBC lainnya. Insyah Allah sangat bisa sembuh asalkan konsisten dalam pengobatannya,” Jelasnya kepada sejumlah awak media. (*/KE)

 

Berita Terbaru