oleh

Polres Kutim Bongkar Peredaran Sabu 4 KG Pil Ekstasi, Diduga Dikendalikan Dari Luar Negeri

Sangatta – Satresnarkoba Polres Kutim berhasil mengungkap peredaran Narkotika jenis sabu-sabu seberat 4 Kilogram dan 500 butir Pil Ektasi, senilai kurang lebih Rp 4,2 miliar, yang di duga barang haram tersebut berasal dari kota tarakan dan dikendalikan oleh seseorang yang berasal dari luar negeri.

Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko, didampingi Kasat Resnarkoba Polres Kutim AKP Rachmawan dan Kasi Humas Polres Kutim IPDA Danang mengatakan Pada awal tahun 2021, anggota Opsnal Sat Resnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di wilayah Kutim sering terjadi perlintasan transaksi gelap narkotika antar kota/ Provinsi.

“Sehingga Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dan pada hari Senin tanggal 30 Agustus 2021 sekitar pukul 06.00 Wita Anggota anggota Opsnal Sat Resnarkoba berhasil mengamankan AH (30) Tahun, di dalam penginapan moro seneng di Kecamatan Muara wahau. Setelah dilakukan penggeledahan diperoleh narkoba jenis sabu dan ratusan pil extaksi didalam tas ransel milik tersangka AH yang berada di dalam kamar tersangka,” Kata AKBP Welly Djatmoko.

Kemudian, pihak kepolisian langsung melakukan introgasi, tersangka AH mengaku bahwa sabu dan ekstasi tersebut akan dibawa atau diantar ke wilayah bontang, selanjutnya dilakukan control delivery oleh jajaran sat resnarkoba dan berhasil mengamankan SR (45) tahun, yang diduga akan menerima barang haram itu, di kilometer 8 Jalan Poros Bontang Samarinda.

“Atas kejadian tersebut kedua pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Kutai timur untuk proses hukum lebih lanjut,” Jelasnya

Dijelaskannya, dalam kasus tersebut, sebelumnya pelaku AH juga di hubungi menggunakan nomor HP yang berasal dari Luar Negeri (Kode Wilayah Malaysia +614), yang kemudian diarahkan untuk mengambil barang haram tersebut di Tarakan.

“jadi dia nga sempat ketemu, cuman ditelpon aja untuk mengambil barang itu. Kemudian apa yang memotivasi pelaku AH mengambil barang haram tersebut, karena di janjikan akan mendapatkan uang sebesar Rp 60 Juta untuk mengantar barang haram tersebut sampai ke Kota Bontang,”Bebernya

Selanjutnya sesampai di Kota Bontang rencananya barang haram tersebut akan diterima oleh pelaku SR. Kemudian SR juga diarahkan untuk mengantar barang itu ke Kota Samarinda, dengan diiming-imingi akan mendapatkan dua ball atau seberat kurang lebih 40 gram sabu-sabu.

“jadi SR ini juga diarahkan, jadi keduanya-duanya tidak saling mengenal bahkan tidak mengetahui siapa yang mengarahkan mereka. Jadi mereka diarahkan oleh orang yang sama, dan orang itu setiap menghubungi pelaku AH dan SR, nomor HP-nya selalu berganti, terkadang menggunakan no luar negeri dan dalam negeri,” Tuturnya

Lebih lanjut Kasat Resnarkoba Polres Kutim AKP Rachmawan mengaku pihaknya belum bisa memastikan apakah barang haram tersebut berasal dari luar negeri atau tidak. Pasalnya saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, terlebih dari pengakuan para tersangka yang diamankan barang haram tersebut di peroleh dari kota tarakan.

“Jadi yang tau barang itu sebenarnya yang menelpon itu,” bebernya

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya kedua pelaku tersebut diancam pasal Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Thn 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 6 ( enam ) tahun dan paling lama 20 ( dua puluh ) tahun dan Pasal 112 ayat ( 2 ) uu No. 35 Thn 2009 ttg Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 ( lima ) tahun dan paling lama 20 ( dua puluh ) tahun. (*/KE)

Berita Terbaru