oleh

Agusriansyah Ridwan ; Dokumen RPJMD Harus Jadi Dasar Pijakan Dalam Perencanaan Pembangunan

Sangatta – Setelah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Mennegah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021-2026 disahkan. Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kutim menginginkan agar RPJMD kedepan tidak lagi hanya dijadikan sebuah dokumen yang tidak betul-betul dijadikan dasar berpijak untuk perencanaan pembangunan.

“jadi kita maunya nanti itu, Renstra dan Renja itu, patokannya di RPJMD. Kalau Renstra dan Renjanya tidak disitu, bagusnya tidak usah di tindak lanjuti,” Kata Ketua Pansus RPJMD Agusriansyah Ridwan kepada sejumlah awak media, Selasa (31/8/2021)

Pasalnya menurut Agusriansyah Ridwan jika turunan RPJMD yang diantaranya adalah renstra dan Renja dan selanjutnya RKPD tidak berkesesuaian maka capaian dalam lima tahun tidak akan tercapai.

“itulah yang akan kita cermati dalam pembahasan anggaran kedepannya. Kita tidak pingin lagi ada usulan yang tidak mendukung 7 agrimen atau visi misi Bupati Kutim dan kita juga di untungkan dengan di berlakukan SIPD dimana sistemnya bisa menolak program-program yang tidak prioritas,” Jelasnya

Karena itu, 12 poin yang disampaikan melalui Laporan Hasil Kerja Panitia Khusus (Pansus) Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Mennegah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021-2026, keseluruhannya dianggap paling penting.

“Saya rasa seluruhnya sangat urgen. Tapi kalau mau dibawah ke skala prioritasnya karena visi misi dan janji politik pemerintah daerah seperti inprastruktur apalagi target 5 persen kan, ini kayaknya betul-betul akan kita kawal, tentunya inprastruktur dalam arti yang luas, Seperti pendidikan, Kesehatan dan Inprastruktur dasar seperti jalan dan air bersih,” Imbuhnya

Termaksud inpastruktur yang lebih memudahkan masyarakat seperti sinyal merdeka. “merdeka Sinyal ini kita target 2022 itu sudah memang bisa dengan formula yang di buat. Termaksud itu yang mau diskusikan formulanya seperti apa dengan kondisi yang misalnya tidak ada listrik. Kalau sudah ada lsitriknya mungkin enak aja dilakukan pengembangan,” Tuturnya

Oleh sebeb itu, pihaknya juga mendorong desain dalam pemenuhan dasar listrik itu seperti apa. “mungkin mana yang menggunakan komunal dan mana yang menggunakan daya shering dengan perusahaan yang ada dan mana yang kira-kira shering dengan PLN,”Tutupnya

Berita Terbaru