oleh

Sekkab Kutim di Periksa Penyidik Selama 12 Jam dan Dicecar 53 Pertanyaan, Terkait Kasus Korupsi di PTSP

Sangatta – Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur (Kutim) mengaku sudah memeriksa Sekretaris Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Cell Home System di Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tahun anggaran 2020 lalu.

Kepala Kejari Kutim, Hendriyadi W Putro, melalui Kasi Intelijen, Yudo Adiananto didampingi Kasi Pidsus Wasita Triantara mengatakan pihaknya telah memeriksa Sekkab Kutim sejak hari Senin (23/8) dan Rabu (25/8) dengan total pemeriksaan selama 12 jam dan 53 pertanyaan.

“pertanyaanya meliputi perencanaan, terkait penganggaran selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan selaku Pengguna Anggaran (PA). Terutama bagimana mekanismenya dan bagimana pelaksanaannya,” Ucap Kasi Intelijen, Yudo Adiananto didampingi Kasi Pidsus Wasita Triantara saat ditemui di Kantor Kejari Kutim, Kamis (26/8/2021).

Diakuinya, selama pemeriksaan, yang bersangkutan selaku ketua TAPD dan PA menjelaskan tupoksinya dengan baik kepada tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus. “Alhamdulillah yang bersangkutan koperatif,” Bebernya kepada sejumlah awak media.

Selanjutnya, Kasi Intelijen, Yudo Adiananto juga mengaku meski pihaknya sudah memeriksa Sekkab Kutim terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya akan kembali memeriksa Sekkab Kutim selama ada keterangan yang belum di peroleh oleh tim Jaksa Penyidik.

“Selama memang ada keterangan yang belum kita dapatkan mungkin kita akan panggil kembali. Apabila diperlukan keterangan tambahannya,” Jelasnya

Lebih Lanjut, selain sudah memeriksa Sekkab Kutim, pihaknya juga menyampaikan sudah memeriksa beberapa saksi lainnya seperti mantan Kepala BPKAD dan Kepala Bappeda Kutim di Lapas Tenggarong. “Masih beberapa saksi TAPD lainnya baik tim inti maupun sekretariat TAPD, dan akan segera kita jadwalkan untuk pemanggilannya. Sampai hari ini sudah lebih dari 200 saksi yang kita periksa,” Terangnya

Sementara itu, usai diperiksa oleh tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejari Kutim beberapa waktu yang lalu, Sekkab Kutim Irawansyah mengaku jika dirinya telah dicecar beberapa pertanyaan dari tim penyidik  tindak pidana khusus Kejari Kutim, diantaranya berkaitan dengan TAPD. “misalnya perencanaan dan penganggaran karena dalam hal itu, saya selaku ketua dan mengkordinir kegiatan TAPD,”Ucapnya

Selain itu dirinya juga mengaku dicecar pertanyaan terkait DPMPTSP yang saat itu dirinya menjabat selaku PA  disana. “kemudian yang TAPD tadi itu, semua sudah dilaporkan ke Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Jadi Bupati yang finalisasinya dan juga pak Wakil Bupati,” bebernya kepada sejumlah awak media

Selanjutnya terkait pengusulan kegiatan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Cell Home System, diakui hal  itu merupakan usulan dari Dinas.  “Usulan dari dinas, dan Dinasnya yang menggiring sampai kepada pengangarannya.” Tutupnya (*/KE)

Berita Terbaru