oleh

Vaksin Tahap Pertama Lancar, Hanya Satu Orang Nakes di Kutim Sempat Dikabarkan Menolak di Vaksin

Sangatta – Setelah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/1/2021) lalu, program vaksin Covid-19 mulai berlangsung diseluruh daerah di Indonesia, termaksud Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Untuk tahap awal ini, tenaga kesehatan (nakes), baik medis dan perawat mendapat prioritas suntikan vaksin, karena sebagai garda terdepan dalam menghadapi penyebaran virus Corona.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kutai Timur sekitar kurang lebih 3000 tenaga kesehatan yang sudah menjalani proses penyuntikan vaksin tahap pertama yang dimulai pada tanggal 30 Januari 2021 lalu dan akan diselesaikan pada tanggal 24 Februari 2021 mendatang.

Meskipun proses penyutikan vaksin covid-19 berjalan lancar dan tanpa ada keluhan pasca penyuntikan vaksin. Namun ada satu orang tenaga kesehatan di Kecamatan Kaliorang sebelumnya sempat dikabarkan menolak untuk divaksin.

“Katanya ada satu orang kemarin di Kecamatan Kaliorang. Tapi sudah kami edukasi, muda-mudahan tenaga kesehatan tersebut sudah mau di vaksin,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hazanal  saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Kamis (11/02/2021)

Dijelaskannya, Alasan penolakannya bukan karena takut atau terpengaruh informasi hoax sehingga tidak ingin di vaksin. “Alasan penolakannya murni hanya bersifat prinsip (keyakinan) karena tidak menginginkan memasukkan barang asing kedalam tubuhnya. Tapi mungkin sudah mau karena kita juga memberikan edukasi. Edukasinya niatkan aja bahwa ini adalah ibadah, selain itu teman-temannya juga mau, kalau tidak mau berarti tidak adil dan tidak adil itu juga salah satu perbuatan Dosa jadi pilih aja,” Jelasnya

Selain itu, pihaknya juga mengajak tenaga kesehatan tersebut untuk terus bersama-sama berjuang dan ikut berpartisipasi dengan vaksin ini, sehingga target dua pertiga penduduk yang di vaksin segera tercapai.

“jadi jika sudah ada dua pertiga rakyat Indonesia sudah di vaksin dan ini berhasil maka kita sudah bisa mengendalikan covid-19 dan aktifitas bisa kembali berjalan normal dan seluruh anak-anak bisa kembali bersekolah,” Imbuhnya

Lebih lanjut, menurut Bahrani muda-mudahan tenaga kesehatan tersebut sudah mau di vaksin, sehingga pihaknya tidak memberikan teguran hingga memberikan sangsi. “Kalau sudah mau ngapain mau di sangsi lagi, kita hanya mengedukasi terlebih dahulu, jika seandainya tetap tidak mau kita akan ikuti yang lain, seperti memberikan teguran terlebih dahulu,” Tutupnya

Berita Terbaru