oleh

Pemkab Kutim Minta Perusahaan Wajib Liburkan Karyawannya Saat Pencoblosan

SANGATTA>>>Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta seluruh perusahaan yang ada di Kutim untuk bisa memberikan kesempatan kepada karyawannya agar bisa menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pjs Bupati Kutim Jauhar Efendi kepada sejumlah awak media usai mengikuti rapat kordinasi terkait pemantauan Pilkada Kutim. Senin/30/11/2020.

Menurut Jauhar dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera melayangkan surat ke seluruh perusahaan yang ada di Kutim, agar bisa ikut membantu memobilisasi karyawannya ke TPS. Karena sebelumnya sudah ada Kepres yang mengatur bahwa tanggal 9 Desember 2020 adalah libur Nasional.

“oleh karena itu, jangan lagi ada aturan-aturan yang dikeluarkan perusahaan yang menyulitkan para karyawannya untuk ikut berpartisipasi dalam pilkada”. Bebernya

Dijelaskannya, pada prinsipnya kita jangan membuat aturan yang mengada-ngada, yang bisa menganggu jalannya pesta Demokrasi yang diselenggarakan satu kali dalam 5 tahun. “Karena begini, tingkat partisipasi pemilihkan di Kutim juga masih terbilang rendah”. Imbuhnya

Aturan mengada-ngada yang dimaksud menurut jauhar misalnya seperti para karyawan diperbolehkan mengikuti pencoblosan di TPS, namun setelah itu para karyawan di wajibkan untuk melakukan test swab.

“Ya nga mampulah, kalau karyawan perusahaan misalnya di surut test swab dan biayanya Rp 1 juta. Lebih baik karyawan itu tidak memilih dari pada di suruh ke TPS”.Terangnya

Selain itu, perusahaan juga diminta untuk tidak memberikan iming-imingi kepada sejumlah karyawannya, yang tetap bekerja pada tanggal 9 Desember 2020 akan diberikan konpensasi yang tinggi.

“itu sama saja, menurut saya itu niatnya sudah lain. Janganlah berfikir untuk perusahaan saja. Tapi karena ada keputusan presiden jadi harus di taatilah”. Tutupnya (KE/*)

Berita Terbaru