oleh

Tingkatkan PAD, Pemkab Kutim Kaji Potensi PAD Baru

Sangatta…Demi mengoptimalisasi pendapatan Asli Daerah dari berbagai sumber pendapatan dan kemampuan dalam menambah sumber-sumber pendapatan baru serta meningkatkan kualitas dan performa dari sumber-sumber pendapatan yang sudah ada. Sekitar pukul 09 : 00 Pagi tadi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar Forum Group Disscusion (FGD) secara virtual terkait Kajian intensifikasi dan ekstensifikasi income daerah dengan FISIP Universitas Merdeka Malang .

Usai mengikuti FGD, Bupati Kutim Ismunandar mengakui meskipun tren Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun masih ada yang di anggap belum optimal.

“Untuk itu, kita bekerja sama dengan FISIP Universitas Merdeka Malang untuk melakukan kajian intensifikasi dan ekstensifikasi income daerah ini. Kita mau lihat mana yang mau di intensifikasi dan mana yang mau di ekstensifikasikan”. Jelasnya kepada sejumlah awak media.

Seperti menambah sumber-sumber pendapatan baru yang bisa di jadikan potensi pendapatan asli daerah. Namun Menurut Ismunandar FGD kali ini masih sebatas laporan pendahuluan Kajian intensifikasi dan ekstensifikasi income daerah.

“Namanya laporan pendahuluankan belum ada kesimpulan yang pasti. Namun yang jelas lebih fokus kepada  mencari sumber-sumber pendapatan baru serta meningkatkan kualitas dan performa dari sumber-sumber pendapatan yang sudah ada”. Bebernya

Sementara itu, Kepala Bapenda Kutim Musyaffa mengaku FGD Kajian intensifikasi dan ekstensifikasi income daerah tak hanya mencari sumber-sumber pendapatan baru melainkan juga lebih mengintensifkan 11 jenis pajak dan 23 jenis retribusi yang ada dalam UU no 28 dan perda no 1, 8, 9 dan 10 tentang retribusi.

“Bagaimana mengintensifkan, contohnya misalnya sarang burung walet, dengan luas wilayah yang dimiliki, pemkab kutim ada nga alternatif lain atau solusi berupa menggunakan IT yang bisa hanya membutuhkan biaya yang lebih murah, namun kita bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam melakukan pungutan retribusi”. Jelasnya

Selain itu, kita juga mengharapkan ada penambahan sumber-sumber pendapatan baru yang di luar UU No 28, ada potensi sumber pendapatn baru yang bisa dimasukkan kedalam peraturan, sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau masalah potensi kita tau sendirilah potensi pajak perhotelan dan retorannya tidak seberapa, belum lagi tutup karena pandemi virus corona. Kita tidak bisa mengelakkan itu. Namun bagimana agar potensi yang kecil itu bisa sesuai dengan prosedur yang berlaku sesuai arahan dari KPK dan BPK”. Imbuhnya

Berita Terbaru