oleh

Pengembangbiakan Kerbau Rawa di Kutim Mulai Dilirik

Sangatta. Seiring dengan perkembangan jaman, pola pertanian yang semula tradisional berlahan beralih menjadi modern. Keberadaan hewan ternak sebagai alat bantu pertanian, seperti pemanfaatan hewan kerbau untuk membajak sawah, kini sudah teralihkan kepada alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang lebih modern dan praktis. Perubahan tersebut kini sudah dijumpai di seluruh wilayah di Kutai Timur. Bahkan keberadaan hewan kerbau kini malah menjadi komoditi pangan dan konsumsi masyarakat. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kutim, Sugiono.

Menurutnya dengan beralih fungsinya kerbau dari alat bantu pertanian menjadi komoditi pangan dan konsumsi masyarakat, kini usaha pengembangbiakan kerbau mulai diminati masyarakat, khususnya di Kutim. Sejumlah kecamatan di Kutim, diketahui mulai melakukan Pengembangbiakan kerbau, terutama kerbau rawa atau yang biasa di sebut kerbau kalang.“Seperti di Kecamatan Muara Ancalong, Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Busang, yang diketahui memiliki populasi kerbau rawa”.Imbuhnya

Lanjut Sugiono, alasan masyarakat mulai melirik pengembangbiakan kerbau rawa, dikarenakan harga jualnya yang lumayan tinggi jika dibandingkan dengan sapi. Bahkan diketahui, jika pangsa pasar untuk kerbau saat ini di dominasi oleh warga Sulawesi Selatan atau warga Toraja yang memang diketahui tidak bisa lepas dari pemanfaatan kerbau dalam sejumlah ritual adat Toraja dan acara penting lainnya. Bahkan salah seorang warga di Kecamatan Busang, bisa mengirimkan hingga ratusan ekor kerbau ke Tanah Toraja atau ke beberpa daerah di Sulawesi, jika ada permintaan.

“Uniknya, transaksi tawar menawar kerbau hanya dilakukan melalui sistem online dengan mengirimkan foto tampilan fisik kerbau melalui pesan telepon seluler kepada pihak pemesan atau pembeli. Keuntungan yang didapatkan dalam penjualan kerbau tersebut, hingga puluhan juta rupiah”.Tuturnya

Sebagaimana diketahui, keberadaan kerbau rawa atau kerbau kalang di Kalimantan Timur, telah ditetapkan sebagai hewan ternak plasma nutfah atau sumber daya genetik hewan asli Kaltim, pada tahun 2012 melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2843/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Kerbau Kalimantan Timur, yang ditandatangani Menteri Pertanian saat itu, Suswono. Di Kaltim, populasi dan pengembangbiakan kerbau rawa bisa dijumpai di Kecamatan Juara Muntai dan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang populasinya mencapai ribuan ekor. (Ib/KE)

Berita Terbaru