oleh

Hutan Wehea Bisa Jadi Rujukan Pengelolaan Lingkungan Nasional

SANGATTA. Dengan mendunianya pelestarian Hutan Wehea di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Nampaknya ke depan bisa jadi salah satu rujukan pengelolaan hutan dengan kelestarian lingkungannya. Terlebih, jika Raperda tentang Perlindungan Hutan Adat Wehea telah disahkan menjadi Perda, maka akan semakin memperjelas keberadaan pengelolaan hutan wehea yang telah di akui dunia. Demikian yang diungkapkan Siang Geah saat di temui diruang kerjanya.

 “Pelestarian Hutan Wehea sudah dikenal dunia. Sudah bisa jadi rujukan pelestarian lingkungan di tempat lain termasuk di Kutim sendiri, untuk menjaga lingkungan agar tetap lestaris. Sebab, sebenarnya, masih banyak lokasi di Kutim yang harus dijaga kelestariannya, agar tidak semua rusak. Sebab selama ini, banyak htan yang dibabat, demi perkebunan, ada hutan ditambang, demi matu bara. Tapi, yang sudah berlalu, biar itu dipertahankan saja, tapi yang masih sisa, perlu dijaga kelestariannya,” katanya.

Dijelaskannya beberapa lokasi yang masih dapat diselamatkan antara lain adalah Bentang alam, Hutan Moa, yakni hutan antara Wahau dan Bengalon, Gunung Beriun di Karangan, Hutan Hulu Sungai Busang, termasuk Hutan Mangrove di pesisir.

“Masih banyaknya hutan yang kita punya, yang mesti dijaga. Maka perlu tata ruang yang jelas. Ini perlu, agar tidak sembarangan untuk dibabat, meskipun demi alasan investasi,” katanya.

Selain itu, bukan hanya perkebunan dan tambang, tapi hutan yang lestari juga bisa bermanfaat ekonomi. Seperti untuk eko wisata, termasuk untuk hutan ilmu pengetahuan. “Kalau dikelola dengan baik, maka sama saja hasilnya, namun hutan tetap lestari”.bebernya

Menurutnya, selain adat, Pemerintah Kutim dalam hal Hutan wehea sama – sama punya kontribusi dalam pelestariannya. Karena itu, diharapkan, di lokasi lain, masyarakat dan pemerintah juga berperan sama dalam menjaga dan melestarikan hutan. “Di Wehea ini kan adat yang jaga. Sebelum urusan kehutanan ini pindah ke provinsi, pemerintah Kutim juga bantu biaya pengamanan. Karena itu ke depan, lokasi hutan lain juga dijaga seperti Wehea,” katanya.

Berita Terbaru