oleh

Miras Beredar Bebas di Kutim, Bupati Ismu Pastikan Tidak Keluarkan Izin Penjualan

Sangatta. Lebih dari 3.000 botol minuman beralkohol jenis bir, merupakan barang bukti hasil sitaan perkara minuman keras (Miras) dimusnahkan di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim, pagi tadi. Pemusnahan yang dipimpin langsung Kepala Kejari Kutim, Setiyowati juga turut dihadiri Bupati Kutim, Ismunandar.

Melihat banyaknya barang bukti Miras yang dimusnahkan kali ini, Ismu mengaku cukup terkejut. Pasalnya, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim tidak pernah satu dokumen pun mengeluarkan izin peredaran atau menjual minumal beralkohol secara bebas, di seluruh wilayah Kutim.

Bahkan larangan menjual miras inipun sudah dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Kutim. Namun jika melihat kenyataannya, tanpa izin pun ternyata masih ada oknum warga yang memperjualbelikan miras secara bebas, apa lagi jika Pemkab Kutim memberikan ijin secara legal.

Lanjut Ismu, langkah yang diambil aparat penegak hukum dari pihak Polres Kutim hingga Kejari Kutim dalam melakukan pengamanan, penyitaan hingga pemusnahan barang bukti ribuan botol miras ini sangat diapresiasi tinggi oleh Pemkab Kutim dan hendaknya menjadi pelajaran bagi oknum warga, agar tidak lagi menjual miras.

Sebab menurutnya, pemerintah ingin menekan dampak negatif dari mengkonsumsi miras yang bisa membuat peminumnya dalam kondisi mabuk dan tidak sadarkan diri, bahkan kerap melakuan keributan yang akan mengganggu ketentraman masyarakat. Belum lagi akibat mabuk bisa memicu kesalahfahaman yang berujung perkelahian hingga tindak pidana pembunuhan. Sehingga tidak hanya berpengaruh negatif pada kesehatan si peminumnya, namun akibat meminum miras juga bisa merugikan orang lain.

Berita Terbaru