oleh

Beri Bulldozer, Solusi Minimalisir Kasus Kebakaran Lahan di Kutim

Sangatta. Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar masyarakat Kutai Timur masih menggunakan cara-cara konvensional atau mengikuti kebiasaan dari orang-orang tua sebelumnya, dalam hal bercocok tanam. Pola-pola membuka ladang pertanian dengan cara membakar lahan, khususnya pada pola pertanian ladang kering, saat ini menjadi salah satu penyebab kebakaran lahan dan hutan. Bahkan tidak sedikit masyarakat atau para petani akhirnya harus berurusan dengan pihak penegak hukum, akibat kegiatan pembukaan ladang dengan cara membakar lahan.

Karenanya, perlu solusi jitu agar setiap jelang berakhirnya musim kemarau dan masuknya musim penghujan yang merupakan tanda masuknya masa tanam, tidak menjadikan para petani Kutim menjadi pesakitan berada di balik jeruji besi, akibat tertangkap tengah melakukan aktifitas pembakaran lahan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutim, Sugiono kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya.

Dikatakan, ada beberapa solusi jitu yang bisa diambil Pemerintah Kutim agar tidak selalu kereporan menekan kasus kebakaran lahan dan hutan di Kutim. Yakni dengan memberikan batuan berupa mesin bulldozer kepada kelompok tani, khususnya kepada petani yang selama ini menggarap lahan kering sebagai ladang pertaniannya. Sebab, dengan menggunakan mesin bulldozer maka otomatis para petani lahan kering tidak perlu lagi melakukan pembakaran lahan saat membuka ladang pertanian kering mering mereka. Setelah lahan kering diolah dengan mesin bulldozer, maka bisa langsung dimanfaatkan untuk menanam jagung atau jenis padi lahan kering untuk pola tumpang sarinya.

Lanjut Sugiono, jika tidak bisa membantu pengadaan mesin bulldozer, maka pemerintah bisa menganggarkan bantuan biaya penyiapan lahan kering bagi petani. Jika diperhitungkan, untuk satu hektar lahan kering dibutuhkan dana lebih kurang Rp 3 juta. Dengan uang ini, maka petani bisa menyewa mesin bulldozer untuk mengolah lahan kering mereka. Usulan pengadaan mesin bulldozer dan penganggaran biaya penyiapan lahan kering bagi petani ini sudah pernah diusulkannya, saat digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Provinsi Kaltim, beberapa waktu lalu. Bahkan, Kepala Dinas Pertanian Kaltim, mengaku siap mengakomodir usulan pengadaan mesin bulldozer atau penganggaran biaya penyiapan lahan kering, bagi petani se-Kaltim.

Lebih jauh, Sugiono berharap usulan ini juga mendapatkan perhatian dari Pemkab Kutim. Sebab, jangan sampai setiap musim kemarau dan menjelang musim hujan, banyak petani Kutim yang ditangkap aparat kepolisian hanya karena kegiatan pembukaan ladang pertanian mereka.

Berita Terbaru