oleh

Tahun Depan, BLK Kutim Buka Kelas Service Solar Cell dan Desain Grafis

 Sangatta. Mengikuti perkembangan dan minat yang ada di masyarakat, mulai tahun depan, Balai Latihan Kerja (BLK) Kutai Timur berencana akan membuka dua kelas pelatihan baru. kedua program kelas pelatihan baru tersebut, yakni program service perangkat solar cell dan kelas desain grafis. Demikian diungkapkan Kepala BKL Kutim, Syahid Siliwangi saat ditemui sejumlah wartawan di kantor Bupati Kutim.

Menurutnya, rencana membuka kelas pelatihan service atau perbakan perangkat solar cell tersebut, idnya bermula dari melihat kondisi yang terjadi di masyarakat Kutim, bahwa belum semua masyarakat Kutim terlayani listrik PLN dan sebagian masih menggunakan perangkat solar cell, sebagai sumber energi listrik untuk penerangan atau lampu. Terutama pada beberapa desa yang memang posisinya berada di pelosok kecamatan.

Selama ini jika komponen solar cell yang digunakan masyarakat dalam kondisi rusak, maka langsung dibuang atau tidak diperbaiki. Kemungkinan karena memang tidak faham bagaimana cara memperbaikinya atau untuk memperbaiki perangkat tersebut harus menempuh jarak yang jauh dari desa ke kota Sangatta, bahkan ke Samarinda.

Lanjut Syahid, rencananya masing-masing kecamatan diminta untuk mengirimkan dua orang peserta pelatihan, yang akan dilatih selama beberapa hari di BLK Kutim. Peserta pelatihan akan dikenalkan dengan berbagai macam jenis perangkat dan komponen solar cell, serta cara perbaikannya. Sehingga jika sudah mampu dan terampil, bisa membantu masyarakat desa di sekitar kecamatannya, yang memiliki keluhan kerusakan perangkat solar cell. Dengan demikian akan menjadi peluang usaha dalam perbaikan solar cell.

Selain service solar cell, BLK Kutim juga akan membuka kelas program desain grafis. Kelas desain grafis ini dibuka, mengingat tingginya minat masyarakat, terutama generasi muda dalam bidang ilmu teknologi (IT). Namun yang menjadi kendala saat ini, BLK Kutim masih belum memiliki perangkat komputer yang memadai untuk menjalankan kelas progam desain grafis tersebut.

Sementara tenaga pengajar untuk desain grafis, saat ini sudah siap. Dirinya sangat berharap adanya bantuan dari Pemkab Kutim, untuk bisa membantu pengadaan beberapa perangkat komputer lengkap yang memang spesifikasinya cocok untuk program desain grafis.

Berita Terbaru