oleh

Wakil Ketua DPRD Kutim Inginkan Program Beda Rumah Dihidupkan Kembali

Sangatta…Meski program beda rumah tak lagi dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Namun Wakil Ketua DPRD Kutim Arfan berencana akan kembali menghidupkan kembali program beda rumah, lantaran ia menilai jika hingga saat ini di Kutim masih terdapat keluarga yang terbilang tidak mampu yang masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

Menurut Arfan program beda rumah tersebut rencananya akan diberi nama Aladin (atap, lantai dan dinding). Ia mengakui jikaprogram tersebut terinspirasi dari salah satu  Paguyuban Himas (Himpunan Masyarakat Sinjai) di Kutim. Dimana Paguyuban ini sempat mendapat dana pembinaan dari pemerintah. Ternyata dana ini digunakan untuk beda rumah. Beda rumah yang dilakukan di Sangatta selatan.  dia saksikan sendiri saat beda rumah dilakukan.  Dari sana, dia berfikir, untuk mengusulkan ke pemerintah, agar program ini dilakukan melalui APBD. Termasuk, menggunakan aspirasi DPRD,  dengan kerja sama dengan paguyuban.

“Saat saya ikut  beda rumah dilakukan Himas ini, banyak  yang minta agar dia juga bisa dibantu. Ini betul-betul membuka mata saya, untuk melakukan hal sama, bagi yang membutuhkan. Apalagi, sekarang banyak yang telah mendaftar, untuk dibantu,” katanya.

Untuk program ini, diakui  dilakukan berdasarkan fakta di lapangan. Jika ternyata keluarga minta atap diganti, atap diganti. Kalau lantai yang rusak, lantainya diganti. Atau, kalau dinding yang dibutuhkan, kita bantu dindingnya,” katanya.

Arfan mengatakan, di periode sebelumnya,  dia fokus untuk pengadaan sumur bor, untuk mengatasi kekurangan air bersih masyarakat yang belum terjangkau air bersih.  Jika dihitung, sumur yang dia buat  di periode lalu, mungkin sekitar 80 lebih.  Juga ada pengadaan WC umum,  terutama bagi masyarakat di Bengalon, yang berada di pinggir sungai. Sebab, di Bengalon, selama ini  banyak yang gunakan kresek sebagai  WC, karena tidak mampu buat WC, sementara mereka sudah takut buang air di jamban terapung, karena buaya. Karena itu, dia membuat WC umum.

“karena itu,  tahun depan,  selain aladin, kami akan teruskan program WC umum ini, terutama masyarakat  pinggir sungai. Sebab mereka sudah takut turun ke sungai,  karena banyak buaya yang ganas. Permintaan ini aladain, WC, sudah banyak, tinggal tunggu realisasi pembangunan saja,” katanya. (ADV Kominfo)

Berita Terbaru