oleh

Harga Sewa Lahan di Kawasan KEK MBTK Turun

Sangatta…Sewa lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan atau KEK MBTK di Kecamatan Kaliorang, kini dipastikan turun. Jika awalnya ditetapkan Rp360 ribu, kini hanya Rp50 ribu per meter per tahun. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Kutim, Saiful Ahmad.

Menurut Saiful Ahmad turunnya harga sewa di Kawasan KEK MBTK juga telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Kaltim Isran Noor, yang kini hanya tinggal menunggu Peraturan Bupati Kutim untuk segera dilaksanakan.

 “Jadi harga sewa lahan di KEK Maloy, sudah direvisi. Sekarang tinggal Rp50 ribu per meter per tahun. Tinggal menunggu Perbubnya, untuk dilaksanakan,” kata Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Saipul Ahmad.

Dikatakan, dengan penurunan harga sewa lahan yang sangat besar,   diharapkan akan menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di KEK Maloy. Apalagi, selain harga sewa lahan yang turun, mungkin juga akan mendapat insentif berupa pemotongan harga sewa, dua tahun, untuk masa pembangunan. “Tapi, kita tunggu saja Perbubnya, seperti apa rinciannya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) April lalu, tampaknya belum ada perusahan yang menanamkan modal di KEK Maloy, Kutai Timur. Hal ini dikarenakan, harga sewa lahan di lokasi tersebut, yang dinilai masih mahal,  sehingga perusahan menunggu revisi harga, yang  diminta Gubernur Kaltim Isran Noor. “Hingga saat ini, belum ada perusahan yang masuk ke KEK Maloy. Sebab harga sewa lahan  Rp360 ribu per pemter per tahun, dinilai terlalu besar. Karena itu, gubernur minta direvisi. Jadi perusahan masih menunggu hasil revisi tersebut,” katanya.

Diakui, nilai ini merupakan hasil kajian  Universitan Gaja Mada (UGM) beserta Bappeda. Meskipun ini merupakan hasil kajian, namun tetap harus direvisi, karena dinilai tidak visibel, meskipun untuk 30 tahun ke depan. Sebab patokannya, jika dibanding dengan harga lahan di sekitar Maloy, yang masih Rp50 ribu per meter, maka itu tidak visibel. Karena itu, diminta untuk direvisi.

Apalagi, karena ini KEK baru, seharusnya ada insentif, termasuk harga sewa yang lebih murah, untuk menarik investor. Bahkan harga sewa KEK Mandalika yang hanya 5 USD, maka sewa Maloy, masih terlalu mahal, karena itu dilakukan revisi. (ADV Kominfo)

Berita Terbaru