oleh

Bappeda Kutim Kenalkan Smart SPJ Berbasis Android

 

SANGATTA- Di era digititalisasi seperti ini, semua orang dituntut untuk melalukan inovasi. Tak terkecuali dibidang pelayanan pemerintah yang menyentuh hingga ke soal administrasi keuangan. Menyelaraskan era 4.0 saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kutai Timur  (Bappeda Kutim) juga mulai melakukan terobosan baru. Memperkenalkan program Smart SPJ (Surat Pertanggung Jawab) berbasis Android.

Tujuannya tak lain adalah mempermudah kinerja pelaporan keuangan. Program ini disosialisasikan sekaligus dirangkai dengan pelatihan bagi pengelolanya. Melibatkan narasumber dari Inspektorat Wilayah (Itwil) Kutim, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2K), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Diikuti seluruh jajaran staf Bappeda Kutim di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kutim, selama 4 hari, mulai 28-31 Oktober 2019.

Kepala Bappeda Kutim, Edward Azran  mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan untuk aplikasi itu. Karena sangat inovatif dan pengelolaan keuangan menjadi sangat transparan dalam data. Jadi, memudahkan dalam memproses segala aktivitas dan kinerja yang selama ini dirasa belum maksimal untuk lingkup jajarannya.

“Zaman sekarang ini, kita harus bisa memanfaatkan teknologi dengan baik. Seiring dengan itu kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” jelas Edward.

Sementara itu, penyelenggara kegiatan Jainuddin menyampaikan bahwa sosialisasi dan pelatihan ini berlangsung selama 4 hari. Dari Itwil akan menjadi narasumber dihari pertama, kemudian dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa yang membahas peraturan barang dan jasa serta sekilas kegiatan teknis pembuatan kontrak. Dihari selanjutnya KP2K dan BPKAD serta dihari terakhir narasumber dari Bappeda tentang Smart SPJ berbasis Android.

“Smart SPJ meliputi penggelolaan keuangan berbasis elektronik yang mengantikan sistem manual sehingga lebih mudah, cepat, akuntabel dan mobile,” terang Jainuddin yang juga menjabat Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Keuangan Bappeda Kutim.

Aplikasi ini, sambungnya, juga dapat memudahkan pengelolaan keuangan menggunakan sistem manual yang miliki kekurangan. Seperti menggunakan waktu tertentu dalam pencatatan dan terkadang salah dalam redaksional sehingga kurang efektif. Menurutnya, Smart SPJ mampu memberikan solusi. Diantaranya E-SPJ, E-Verification, E-Report, E-Signature, E-Surveillance dan E-Document.

“Ditargetkan aplikasi Smart SPJ Berbasis Android menjadi efektif dalam pengelolaan keuangan, efisien antara waktu dan tempat, akuntabel dalam laporan keuangan, mobile yang berarti pelayanan berkelanjutan. Transparansi dalam pengawasan dan pembinaan, pengembangan bertujuan smart management office, dan terakhir visi dan misi menuju pelayanan prima,” pungkasnya. (hms7/*)

Berita Terbaru