oleh

Karena Kebutuhan, Tahun Depan Pemkab Kutim Kembali Pertimbangkan Angkat TK2D

SANGATTA. Karenan kebutuhan, terutama untuk guru dan tenaga kesehatan, maka pemerintah Kutai Timur mempertimbangkan untuk menerima Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Namun, untuk kesehatan, khusus untuk tenaga medis, sementara untuk Disdik, khusus bagi honorer, yang memang saat ini sudah mengabdi di sekolah-sekolah. Mereka ini akan ditingkatkan statusnya. Demikian diakui Sekertis Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah.

“untuk tahun ini, mungkin belum bisa menerima TK2D, karena anggaran tidak ada. Tapi untuk tahun depan, akan kita pertimbangkan, untuk memenuhi pelayanan di Dinas Kesehatan dan guru honorer jadi TK2D,” katanya.

Namun sebelum melakukan pengangkatan mereka, pihaknya kini meminta analisis beban kerja dari Disdik dan Dinkes. Dengan dasar itu, akan diangkat TK2D, serta dianggarkan di tahun 2020. Sebab untuk tahun ini, pasti belum bisa, karena anggaran belum ada.

Seperti diketahui, di Dinkes, kini kekurangan tenaga kesehatan seperti bidan, tenaga perawat bahkan tenaga adminitrasi di Puskesmas. Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr Bahrani Hasanal,  kekurangan tenaga kesehatan akibat banyak TK2D yang bertugas di Puskesmas, terutama di kecamatan yang mengundurkan diri. “Akibatnya, tenaga kesehatan Puskesmas kini kerja berat, karena kekurangan tenaga.  Tenaga yang ada kini terpaksa kerja rangkap kerjaan,” katanya.

Karena itu,  Bahrani Hasanal meminta pemerintah mencari solusi mengatasi kekurangan tenaga kesehatan ini untuk mengganti tenaga yang keluar.

“Dari satu puskesmas, ada  yang mundur empat bahkan enam orang.  Mulai dari tenaga bidan, tenaga perawat termasuk ada  bagian adminitrasi. Dengan demikian, puskesmas kini kekurangan tenaga. Tenaga yang ada, dimaksimalkan,  dengan rangkap kerjaan,” katanya.

Sementara  di Disdik, perlunya pengangkatan tenaga TK2D, karena di sana memang masih ada sekitar 900 orang tenaga honorer. Menurut Kadisdik Kutim Roma Molau, beberapa waktu lalu, tenaga hohorer ini memang  tenaga yang diangkat oleh sekolah, karena memang kebutuhan guru di sekolah itu, kurang. “Karena itu perlu ditingkatkan statusnya jadi TK2D,” katanya.

Berita Terbaru