oleh

Sultan Kutai Kukuhkan Detasemen Remaong Koetai dan Aliansi Laskar Pemuda Kutai Bersatu

SANGATTA – Pengukuhan Datasemen Remaong Koetai (DRK) Kesultanan Kutai Ing Martadipura dan Aliansi Laskar Pemuda Kutai Bersatu (ALPKB) digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Perkantoran Bukit Pelangi pada Senin (26/8) siang. Dalam kesempatan tersebut, Sultan Kutai ke-XXI Prabu Anum Surya Adiningrat menyerahkan Panji Datasemen Remaong sembari melakukan tepong tawar.

Bupati Kutim Ismunandar atau yang bergelar Pangeran Surya Praja dalam kesempatan tersebut, melakukan pengukuhan pada ratusan anggota DRK dan ALPKB dihadapan seluruh tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua DPRD Sementara Uce Prasetyo, Ketua Pengadilan Negeri Sangatta Rahmat Sanjaya, Hj. Encek UR Firgasih yang bergelar Raden Encek Ratna Putri, Wakapolres Kutim Supriyanto, Manager External Relation PT KPC, serta tamu undangan lainnya.

Sultan Kutai ke-XXI Adji Mohammad Arifin alias Prabu Anum Surya Adiningrat mengatakan bahwa Datasemen Remaong Kutai, adalah lembaga resmin yang masuk dalam ranah Kesultanan. Dimana seluruh anggotanya telah mengucapkan Ikrar Abdi Suaka atau dengan kata lain, DRK telah masuk dalam perlindungan Kesultanan Kutai Ing Martadipura.

“Panglima DRK Alit Supriono merupakan kepanjangan tangan dari Kesultanan, untuk menjalankan titah. Dalam rangka menjaga adat istiadat, seni budaya, serta marwah Kesultanan. Selain itu DRK juga dapat melakukan pengawasan atau pergerakan terhadap lembaga atau ormas yang mengatasnamakan pihak Kesultanan,” ungkap Adji Mohammad Arifin.

Tak lupa Sultan mengajak seluruh tamu undangan untuk memuliakan Baginda Besar Nabi Muhammad SAW, yang telah membimbing seluruh umat Islam dalam menjalankan kehidupan di dunia dan syafaat-Nya di akhirat kelak. Dirinya merasa tersanjung dalam kegiatan yang berlangsung di Kutim, mengingat ada penghargaan besar oleh Pemkab Kutim dan seluruh masyarakat atas jalannya pengembangan adat istiadat di wilayah ini.

“Sultan Aji Muhammad Sulaiman mempunyai panji kebesaran bernama Panji Agung Berjaya atau bendera macan. Dimana hal ini berdasarkan, kisah ketika Sultan Sulaiman dipenjarakan dalam kandang macan oleh penjajah. Bukannya Beliau yang diterkam macan, malahan macan tersebut justru berbalik jinak pada Sultan. Sembalinya ke Kutai, dibuatlah Panji Agung Berjaya yang merupakan cikal bakal logo macan dibawah ketopong mahkota Sultan,” ungkap Sultan Kutai ke-XXI ini. (Arso)

Berita Terbaru