oleh

Irawansyah Presentasikan KEK MBTK ke Presiden RI

MANADO- Penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi penanda diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) yang ada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Peresmian kawasan agroindustri ini, bersamaan dengan peresmian dua KEK lainnya yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung (Sulut), KEK Morotai (Maluku). Peresmian dipusatkan di area luar Terminal Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado, Senin (1/4/2019).

Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Irawansyah dihadapan Presiden menjelaskan bahwa KEK MBTK sudah direncanakan sejak awal-awal terbentuknya Kabupaten. Namun akselerasi progresnya semakin cepat sejak beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 85/2014 disebut KEK MBTK yang didalamnya terdapat Maloy Industrial Estate and Port Complex (MIEPEX), memiliki lokasi strategis. Berada di Sea Lane II Selat Makassar dengan luas area 5.183.400 meter persegi,” jelas Irawan disaksikan ratusan undangan kehormatan.

Mengenakan kemeja batik warna merah marun, Irawan menyertakan penjelasan kepada rombongan Presiden bahwa KEK MBTK memiliki nilai investasi sekitar Rp 3,4 Triliun. Diperkirakan bisa menarik investasi Rp 34,31 T hingga tahun 2025. Sedangkan proyeksi tenaga kerja 55.700 orang.

“Kegiatan utama di KEK MBTK antara lain pengolahan kelapa sawit, industri pengolahan kayu dan logistik serta industri hilir lainnya,” tambah Irawan disamping banner gambar KEK MBTK yang dipresentasikan dengan durasi waktu sekitar dua menit.

Sebelumnya Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tiga item yang diresmikan Presiden RI, adalah tiga proyek strategis nasional. Nantinya bakal mendukung proyeksi pengembangan perekonomian di Indonesia bagian tengah dan timur. Sesuai dengan potensinya masing-masing.

“Contohnya KEK Morotai untuk mendukung industri sektor perikanan dan pariwisata (bahari) yang banyak disana,” katanya. (hms3/*)

Berita Terbaru