oleh

KIPI Meloy Diresmikan Presiden Joko Widodo Dari Bitung

SAMARINDA – Kabar terbaru peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dimajukan dua hari, tepatnya pada 12 Maret mendatang. Sebelumnya dijadwalkan Kamis (14/2/2019). Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan Nomor TU.6.2/55/M.EKON/03/2019 bahwa KEK Maloy di Provinsi Kaltim dan KEK Morotai di Provinsi Maluku Utara akan diluncurkan resmi oleh Presiden Joko Widodo secara bersamaan dipusatkan di area KEK Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal ini menjadi pembahasan utama pada rapat teknis lanjutan Pemprov Kaltim. Dipimpin Kepala Disperindag Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim Fuad Assadin, melibatkan Pemkab Kutai Timur (Kutim) ada Asisten Perekonomian Rupiansyah didampingi Kabid Perizinan DPMPTSP Syaiful Anwar dan PT MBS hadir Dirut Perusda Agus Dwitarto di Ruang Tepian II, Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (6/3/2019).

Dalam rapat terbatas selama dua jam itu KEK Maloy yang menjadi Program Strategi Nasional (PSN), sudah sesuai dengan kebijakan pusat. Menurut Syaiful, ditemui selepas rapat mengatakan karena surat perintah sudah keluar, otomatis seluruh pemangku kebijakan daerah merapatkan barisan.

“Jadwal peresmian KEK Maloy harus maju dua hari sesuai dengan mandat dari pusat yaitu dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Info terbaru dari pusat, konsep peluncuran KEK dikolaborasikan dengan video conference Presiden Joko Widodo bersama kepala daerah di 3 masing-masing Provinsi. Untuk itu hal ini akan kami sampaikan secepatnya ke Bupati Ismunandar yang secara bersamaan juga tengah berada di Pendopo Lamin Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim menghadiri Forkopimda jelang Pemilu serentak 2019. Hasilnya dari arahan Bupati dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Ditambahkan Syaiful,  dengan majunya peresmian KEK MBTK diharapkan sudah final. Artinya tidak ada penundaan lagi terkait operasional industri pelabuhan di perbatasan Kaliorang dan Sangkulirang di Kutim tersebut.

“Kami secara teknis sudah siap 100 persen,” tambahnya.

Untuk diketahui KEK MBTK mempunyai total luas area sebesar 557,34 hektare dan telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014. KEK yang terletak di antara Selat Makassar ini juga berada dalam posisi yang strategis karena dilewati jalur regional lintas trans Kalimantan serta transportasi penyeberangan ferry Tarakan-Tolitoli dan Balikpapan-Mamuju serta merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2. Hingga 2025, KEK ini ditargetkan dapat menarik investasi sebesar Rp 34 Triliun dan meningkatkan PDRB Kutim hingga Rp 4 Triliun. (hms13/*)

Berita Terbaru